Tak Pernah Bosan di Yogyakarta
Irjinia Putri NAY - detikTravel
Jumat, 30 Des 2011 14:15 WIB
Jakarta - Cerita ini adalah tentang liburan tahun lalu saya saat berkunjung ke Yogyakarta. Walaupun hanya 3 hari berlibur di Yogyakarta, namun tetap saja menyenangkan. Kami sekeluarga berangkat dari Sidoarjo ke Yogyakarta pada tanggal 31 Desember lalu. Perjalanan dilakukan dengan menggunakan mobil dan memakan waktu hingga 8 jam. Perjalanan yang sangat macet dan melelahkanKami tiba di Yogyakarta saat malam hari. Perjalanan langsung kami lanjutkan ke Malioboro. Di sana kami menikmati pertunjukan festival kembang api dalam acara pergantian tahun. Festival yang luar biasa sambil mencicipi berbagai macam makanan di angkringan sekitar Malioboro.Esoknya, kami melakukan perjalanan ke Keraton. Ternyata tempatnya tutup dan kami disuruh datang kembali esok hari. Jadi, kami menghabiskan waktu dengan jalan-jalan ke Dagadu dan Museum Kereta Keraton. Museum ini cukup terawat namun jika berjalan ke bagian belakang museum cenderung gelap dan lembab. Jujur saja, pertama kali mengunjungi museum ini sangat berasa mistis. Apalagi saat melihat kereta yang biasa bawa mayat.Lalu kami membeli rujak es krim dan lanjut ke Taman Sari. Dahulu, Taman Sari adalah tempat pemandian para putri-putri raja. Bangunan ini adalah kombinasi dari arsitektur Portugis dan Jawa. kami juga mengunjungi Masjid Bawah tanah di tempat ini.Esoknya, kami melanjutkan perjalanan ke Keraton Yogyakarta. Ternyata, saat itu keraton sangat ramai dipenuhi pengunjung. Di dalam keraton banyak abdi dalem yang sangat tua dan bahkan bisa dibilang seharusnya sudah pensiun. Tapi mereka tetap rela mengabdi demi keraton hingga mati. Bangunan keraton tetap kokh walaupun sudah tua dan penggunaan keraton hanya sebatas untuk kegiatan pariwisata saja. Tidak seperti awalnya yang digunakan untuk tempat tinggal dan pemerintahan Yogyakarta.Esoknya kami pulang kembali di rumah dan berharap liburan mendatang bisa kembali lagi ke Yogyakarta.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun