Menonton Orkestra Para Manula di Beihai Park
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menonton Orkestra Para Manula di Beihai Park

Ratna Dewi - detikTravel
Senin, 12 Sep 2011 13:52 WIB
Jakarta - Perkenalan saya dengan Beihai Park terjadi sudah lebih dari 30 tahun yang lalu, ketika sebuah buku tua tentang Kota Peking sempat saya lihat di sebuah perpustakaan. Buku tua bergambar tentang keindahan kota Peking itu begitu menarik. Salah satu gambarnya adalah Beihai Park di musim salju. Es yang menutupi dedaunan pohon-pohon yang berada di sana. Dengan gambar penduduk Peking yang bersepeda dan berpakainan model Mao.Saat itu saya berjanji, suatu hari nanti saya akan melihat sendiri keindahan taman yang ada di jantung Kota Beijing ini. Setelah 30 tahun kemudian, impian itu menjadi kenyataan. Tentu saja Beijing yang saya lihat sekarang sudah tidak sama lagi dengan buku tua yang saya lihat di perpustakaan dulu. Namun, keindahan Beihai Park tetap sama, menawan, dan memesona. Walaupun waktu saya berkunjung kesana, musim semi baru saja menjelang dan sisa-sisa musim dingin baru saja berlalu.Welcome to Beihai ParkSetelah membeli tiket masuk ke taman dengan harga sebesar 10 Yuan. Kami memasuki Beihai Park dari pintu selatan. Semilir angin di awal musim semi masih menyisakan kesejukan. Kami sampai di sebuah halaman terbuka dengan lantai yang terbuat dari beton putih. Di sebelah kiri tampak papan petunjuk yang besar menggambarkan peta Beihai Park. Sebuah kios informasi dengan tulisan "Welcome to Beihai Park", seakan-akan mengucapkan selamat datang kepada kami.Menurut peta, kami berada di Round City, yang merupakan beranda kalau kita masuk taman ini dari pintu selatan. Pohon-pohon masih menampakkan keindahannya karena daun-daunnya belum lagi tumbuh. Di hadapan terhampar danau yang luasnya lebih dari setengah taman ini.Sebuah jembatan klasik model Cina, yaitu Jembatan Yong An akan membawa kita ke sebuah pulau kecil yang berada di tengah danau. Pulau ini dinamakan Jade Flowery Islet. Nanjauh di atas bukit ada sebuah pagoda kecil berwarna putih.Β  Pagoda ini disebut Dagoba Putih, yang merupakan stupa agama Buddha Tibet.Tempat dimana Kubilai Khan Menerima MarcopoloMenurut cerita, Tempat di mana dibangunnya Dagoba Putih pada tahun 1665 ini merupakan Istana dimana pada abad ke-13, Kaisar Cina pada saat itu, yaitu Kubilai Khan menerima pengelana Italia yang terkenal, yaitu Marcopolo. Pagoda putih ini dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Sunzhi dari Dinasti Ching.Sejarah Beihai Park sendiri telah menghiasi Kota Beijing lebih dari 1000 tahun. Pertama kali dibangun pada masa Dinasti Liao di abad ke-10. Taman dan danau ini terus diperluas dan dipercantik pada dinasti-dinasti berikutnya sampai Kaisar Qianlong dari Dinasti Ching merenovasinya sampai keadaannya seperti sekarang. Tentu saja pada jaman dahulu, taman ini hanya dapat dinikmati oleh kaisar dan keluarganya.Beihai Park sendiri mulai dibuka untukn umum pada tahun 1925, dan sejak itu ratusan ribu orang telah mengunjunginya setiap tahun. Pengunjung yang datang biasanya berasal dari penduduk lokal Beijing, wisatawan domestik, dan setelah Cina menjadi terbuka, makin banyak wisatawan asing yang juga berdatangan ke Beihai Park yang indah ini.Berjalan Santai Mengelilingi DanauUntuk menikmati susana akhir musim dingin dan awal musim semi di senja yang cerah ini, dapat dinikmati dengan berjalan-kaki mengelilingi danau. Sambil berjalan, dapat disaksikan pavilun dan bangunan tradisional Cina, taman-taman, dan tentu saja danau yang cantik.Bila kaki sudah merasa lelah, banyak tersedia kursi-kursi taman yang terbuat dari batu. Banyak yang bersantai sambil menikmati pemandangan dan pepohonan yang tanpa dedaunan. Sementara itu, di danau ini banyak terdapat itik yang cantik sedang berenang kesana kemari. Sungguh suasana yang menentramkan di tengah kota Beijing yang ramai.Ikut Bernyanyi Bersama Orkestra Klasik CinaKetika melewati sebuah pavilun tradisonal Cina, terdengar alunan suara musik tradisional Cina yang membahana. Suaranya tampak bagaikan lagu march yang penuh semangat. Tampak sekelompok orang yang rata-rata berusia 60 tahun keatas sedang bermaik musik. Lengkap dengan berbagai macam alat mulai dari perkusi, gesek, tambur, dan gong.Sementara dua orang menjadi penyanyi solonya. Rupanya mereka adalah penduduk Kota Beijing yang rata-rata telah memasuki usia pensiun dan beberapa kali dalam seminggu berlatih bersama. Mereka berlatih di Beihai Park, kadang-kadang juga di tempat umum lain di Kota Beijing.Dengan melakukan ini, mereka dapat menikmati hari tua dengan tetap melakukan kegiatan yang sehat. Dengan menyaksikan hal ini, benarlah kalau harapan hidup rata-rata di Beijing dan di Cinapada umumnya telah mencapai lebih dari 80 tahun. Hal ini juga memiliki korelasi langsung dengan meningkatnya kesehatan dan kemakmuran suatu negara. Tampaknya, para manula di Beijing dapat menikmati hari tua mereka dengan caranya sendiri, yaitu bernyanyi di Beihai Park. (travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads