Dari Yamtel kami menuju Desa Kilwair yang ditempuh selama satu jam dengan speed boat, selama perjalanan melewati beberapa desa pesisir dengan pantai ber air bening tanpa ombak.
Pemandangan bawah air tidak terlalu menarik, tapi setiap jepretan kamera selalu menghasilkan gambar-gambar yang menarik, ya memang selurUh pantai di sini sangat-sangat fotogenik.
Di Desa kilwair terdapat batu berlobang yang oleh masyarakat setempat disebut Watngasoar.
Konon menurut penuturan warga setempat, dahulu kala seorang iba dengan dua anaknya mencari ikan di pantai, air laut mulai pasang naik si anak segera mengajak ibunya untuk pulang, tapi sang ibu masih berkeras untuk mencari ikan sampai akhirnya sang ibu hilang.
Kedua anaknya pun panik mencari sang ibu, sampai mereka menemukan sebongkah batu besar di pinggir pantai, mereka percaya sang ibu terjebak di batu itu. Dan mereka segera melenpari batu besar itu hingga berlubang akan tetapi sang ibu tetap tidak ditemukan.
Watngasaor sampai sekarang masih bisa ditemukan berdiri tegak di bibir pantai dengan empat lubang besar, yang diapit pantai berbatu putih licin sebesar telur ayam sampai yang seukuran bola voli.
Selain pantai yang fotogenik, pemandangan matahari terbit di kilwair sungguh menakjubkan.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru