Desa Kilwair dan Legenda Watngasoar
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Nur Akbar|13049|MALUKU 2|25

Desa Kilwair dan Legenda Watngasoar

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Kamis, 04 Agu 2011 14:20 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
Sun Rise di Kilwair
Watngasoar
Desa Kilwair dan Legenda Watngasoar
Desa Kilwair dan Legenda Watngasoar
Jakarta - Pagi ini kami menyeberang ke Pulau Kei Besar dengan menggunakan speed boat ditempuh selama 1,5 jam dari Tual. Sesampainya di dermaga yang terletak di Elat, ibu kota kecamatan Kei Besar Kami segera menyewa ojek untuk menuju Desa yamtel, sebuah desa yang terletak di pesisir timur Pulau Kei Besar.

Dari Yamtel kami menuju Desa Kilwair yang ditempuh selama satu jam dengan speed boat, selama perjalanan melewati beberapa desa pesisir dengan pantai ber air bening tanpa ombak.

Pemandangan bawah air tidak terlalu menarik, tapi setiap jepretan kamera selalu menghasilkan gambar-gambar yang menarik, ya memang selurUh pantai di sini sangat-sangat fotogenik.

Di Desa kilwair terdapat batu berlobang yang oleh masyarakat setempat disebut Watngasoar.

Konon menurut penuturan warga setempat, dahulu kala seorang iba dengan dua anaknya mencari ikan di pantai, air laut mulai pasang naik si anak segera mengajak ibunya untuk pulang, tapi sang ibu masih berkeras untuk mencari ikan sampai akhirnya sang ibu hilang.

Kedua anaknya pun panik mencari sang ibu, sampai mereka menemukan sebongkah batu besar di pinggir pantai, mereka percaya sang ibu terjebak di batu itu. Dan mereka segera melenpari batu besar itu hingga berlubang akan tetapi sang ibu tetap tidak ditemukan.

Watngasaor sampai sekarang masih bisa ditemukan berdiri tegak di bibir pantai dengan empat lubang besar, yang diapit pantai berbatu putih licin sebesar telur ayam sampai yang seukuran bola voli.

Selain pantai yang fotogenik, pemandangan matahari terbit di kilwair sungguh menakjubkan.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads