Angklung; Konsentrasi, Sinergi dan Harmoni

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

P.D. Indriastuty Pharmantara|5039|JABAR|16

Angklung; Konsentrasi, Sinergi dan Harmoni

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Jumat, 12 Agu 2011 12:15 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
Jakarta -

Angklung, alat musik khas Indonesia yang molek. Dalam diam, angklung menyimpan pesona kemolekan bentuknya. Dalam gerak, angklung menebar berjuta harmoni yang menyatu...

Hari ini kami mengunjungi Saung Angklung Mang Udjo!

Saung Angklung Mang Udjo merupakan sanggar seni sekaligus sebagai tempat pertunjukan seni, laboratorium pendidikan dan juga sebagai obyek wisata budaya khas daerah Jawa Barat dengan mengandalkan semangat gotong royong antar sesama warga desa. Tempat 'nyeni' ini didirikan oleh Udjo Ngalagena (Alm) yang akrab dipanggil dengan Mang Udjo, dan istrinya yang bernama Uum Sumiati pada tahun 1966. Saung Angklung Mang Udjo juga dikenal dengan nama Saung Angklung Udjo (SAU).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut info dari lembaran Sinopsis Pertunjukan Bambu Petang; SAU berusaha mewujudkan cita-cita dan harapan mendiang Abah Udjo yang atas kiprahnya dijuluki sebagai Legenda Angklung.

Jujur, apa yang terlihat di SAU sungguh jauh dari bayangan sebelumnya. Kami mengira tempat ini sepi dan tidak menarik. Ternyata salah besar! Baru tiba di parkiran SAU saja kami sudah terkagum-kagum. Ada sekitar 7 bis wisata, mobil-mobil dan sepeda motor berbaris rapi di wilayah masing-masing. Orang-orang berseliweran dan petugas keamanan nampak sibuk mengatur segala sesuatunya supaya tertib. Beruntung kami tiba di SAU 30 menit sebelum Pertunjukan Bambu Petang dimulai sehingga masih ada waktu untuk berkeliling.

Karcis masuk SAU dipatok seharga Rp. 50.000 / orang. Harga itu sudah termasuk souvenir berupa kalung berbandul angklung, brosur dan minuman gratis. Dari loket karcis kami masuk ke ruangan dalam yang merupakan toko souvenir. Berbagai barang dijual di sini seperti gantungan kunci, kaos, kipas, gelang, sandal, tas, sampai replika angklung. Harganya relatif murah dan pilihannya banyak. Toko souvenir SAU bisa juga jadi surga belanja bagi Anda yang menyukai barang-barang khas Jawa Barat.

Berkeliling SAU, kami melewati tempat pertunjukkan yang sedang dibersihkan. Di bagian belakang panggung terdapat semacam gudang tempat menyimpan angklung. Nampak seorang ibu sedang mendandani putrinya yang mengenakan kebaya modern. Kuping kami lantas menangkap permainan angklung dari ruangan lain di dekat gudang. Ternyata benar, ada sekelompok anak muda sedang bermain angklung. Lagu yang mereka mainkan cukup familiar; Pretty Woman! Wah, bisa dibayangkan betapa tertariknya kami. Begitu melihat para pemainnya, lagi-lagi kami terkejut. Mereka bukan orang Indonesia melainkan orang asing, yang terlihat dari fisiknya, berasal dari berbagai negara.

10 menit kemudian kami sudah berbaur dengan pengunjung lain di ruang pertunjukkan. Bila dikuadrankan antara wisatawan domestik dan mancanegara; 50-50. Seorang wanita, MC, memasuki ruang pertunjukkan dan memperkenalkan diri termasuk tentang Pertunjukan Bambu Petang ini. Acara demi acara pun dimulai.

Acara pertama/pembuka dari Pertunjukan Bambu Petang ini adalah demonstrasi wayang golek. Dalam setiap pementasannya, wayang selalu menyampaikan pesan-pesan moral agar manusia patuh pada Pencipta dan berbuat baik pada sesama. Umumnya pementasan wayang golek berlangsung lebih dari 7 jam sementara di SAU yang ditampilkan adalah demonstrasi wayang golek; bagaimana wayang berbicara, menari dan berkelahi. Meski kami tidak mengerti bahasa yang digunakan namun tawa tak bisa ditahan ketika salah satu wayang memukuli kepala wayang lainnya.

Berikutnya pertunjukan tarian kuda lumping oleh bocah pria yang diuruti dengan permainan angklung murid-murid SAU. Dilanjutkan dengan pertunjukan arumba (gabungan permainan arumba, kulintang dan angklung) oleh remaja dari beberapa negara seperti Korea, Australia, Inggris, Papua New Guinea hingga Jepang. Berturut-turut atraksi berikutnya adalah pencak silat dan angklung mini. Dalam pertunjukan angklung mini para pengunjung diajak bernyanyi bersama diiringi permainan angklung dari adik-adik yang usianya di bawah 8 tahun.

Nah, acara selanjutnya sangat menarik bagi semua pengunjung karena kami diajari bagaimana caranya bermain angklung! Masing-masing pengunjung dibagikan angklung yang ada nomornya (nada) dan kami diajari mengenal kode nada yang diberikan oleh MC. Wow, tidak disangka kami akan bermain angklung, menciptakan harmonisasi nada, bersama orang-orang yang tidak kami kenal di dalam ruang pertunjukan ini! Sesederhana itu kode angklung, secepat itu nada-nada bersahut, seharmoni itu membuai kuping. Pengalaman yang satu ini benar-benar unik dan rasanya ingin terus terulang. Beberapa lagupun mengalun seperti; I Have a Dream, Falling In Love hingga Heal The World-nya Michael Jackson. Semua pengunjung terlihat hanyut dan tidak ingin berhenti bermain angklung! Tapi pertunjukan tetap harus berlanjut.

Setelah bermain angklung bersama kami disuguhkan atraksi angklung orkestra dan salah satu lagu yang dimainkan berjudul Ten Out of Ten. Yang paling akhir dari Pertunjukan Bambu Petang ini adalah menari bersama pengunjung diiringi permainan angklung.

Puas adalah kata yang tepat mewakili perasaan kami setelah menyaksikan Pertunjukan Bambu Petang di SAU. Suasana ramah, tempat dengan aura seni yang kental, suara angklung, riuh tepuk tangan, semua melengkapi kebahagiaan bisa berada di tempat ini. Betul sekali bila Pagelaran Angklung Khusus yang dibuat oleh bapak Daeng Soetigna (Alm) disambut baik oleh kalangan akademis sebagai suatu alat pembantu pendidikan musik dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Hal ini dikarenakan angklung memiliki sifat 5 M; Mudah, Murah, Mendidik, Menarik dan Masal.

Tahukah Anda? Saung Angklung Udjo dalam IBBEX 2010 mementaskan angklung sebagai penutup event yang telah menghibur dan memberi pelajaran angklung secara spontanitas dan berharga. 3 hal pokok dari angklung adalah konsentrasi, sinergi dan harmoni.

***

"Saya mendapat pesan dari Bapak Angklung Dunia, Daeng Soetigna (Alm), untuk meneruskan misinya memperkenalkan ANGKLUNG ke semua orang di seluruh dunia agar dikenal di mana-mana, dengan sebuah gagasan bahwa melalui penampilan kesenian musik ANGKLUNG akan dapat membantu mendorong terciptanya kedamaian di dunia, yang kita cintai dan kita tinggali ini."
[Abah Udjo (Alm)]

(travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads