Bawomataluo,NBC- Setelah di hibur dengan beberapa tembang lawas lagu-lagu daerah Nias, tepat pukul 18.30 WIB, di depan omo sebua (rumah besar), pengunjung kembali disuguhi dengan tarian Maluaya Sieligo dari sanggar budaya Fanayama, pimpinan Hikayat Manao, yang kemudian disusul atraksi lompat batu.
Tarian yang di bawakan oleh remaja ini menceritakan tentang semangat kaum muda mengajak masyarakat melestarikan kebudayaan kampung halaman (Bawomataluo-red). Tarian enerjik yang di padukan dengan music tradisional ini berlangsung sekitar 15 menit.
Selesai tarian, kembali pengunjung disuguhkan atraksi lompat batu oleh lima pemuda berpakaian tradisonal dengan rai (mahkota) di kepala. [MH]
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT












































Komentar Terbanyak
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?
Bayangkan Hidup Tanpa Matahari: Kisah Desa dengan Hujan 'Abadi'