Kota Walet di Tengah Ketapang
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Amir Syarif Siregar|2515|KALBAR 1|37

Kota Walet di Tengah Ketapang

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Jumat, 20 Mei 2011 10:00 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
PADAT. Jangan heran jika Anda berkunjung ke Kota Ketapang maka Anda akan melihat puluhan bangunan besar padat berjajar yang ternyata merupakan rumah pemeliharaan burung walet.
SUNGAI. Salah satu hal yang menyebabkan menjamurnya jumlah rumah pemeliharaan burung walet di Kota Ketapang adalah karena letak kota itu yang berada tepat di pinggiran Sungai Pawan.
Kota Walet di Tengah Ketapang
Kota Walet di Tengah Ketapang
Jakarta -

Mendengar tempat pemeliharaan burung walet mungkin bukanlah suatu hal yang mengejutkan lagi. Namun, beda jika Anda mendengar rumah walet ketika Anda berada di wilayah Ketapang, Kalimantan Barat. Tidak ada yang istimewa sebenarnya. Namun jumlah rumah walet yang sangat membludak di tengah kota ini cukup mampu untuk membuat Anda tercengang.

Letaknya sendiri tepat berada di tengah kota. Anda dapat mulai menyusurinya dari Jalan Merdeka Selatan dan Jalan Imam Bonjol hingga di berbagai pinggiran Sungai Pawan yang memang membelah Kota Ketapang. Ukurannya sendiri juga merupakan hal lain yang akan membuat Anda tercengang. Beberapa di antaranya memiliki ukuran yang lebih besar dari rumah masyarakat umum Ketapang! Tidak heran jika ada beberapa orang yang ditemui akan menyebut daerah tersebut sebagai Kota Walet yang berada di tengah Kota Ketapang.

Usut punya usut, sebagian rumah walet yang berada di Ketapang dimiliki oleh banyak orang yang bukan berasal dari kota itu sendiri. Kebanyakan mereka berasal dari kota-kota lain di Kalimantan Barat. Sebagian bahkan berasal dari negara lain seperti Malaysia dan Singapura. Ketapang sendiri dipilih mungkin karena letaknya yang strategis berada di pinggiran Sungai Pawan. Hl lain yng mungkin memicu banyaknya pembelian lahan tanah untuk dijadikan rumah pemeliharaan burung walet adalah harga tanah di kota ini yang hanya mencapai sekitar Rp 3000-Rp 5000 per-meternya. Cukup mengejtukan, bukan?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyaknya tempat pemeliharaan burung walet ini sendiri tentu memiliki beberapa dampak terhadap lingkungan sekitarnya. Bau-bau khas kotoran walet sangat mudah tercium di beberapa sudut Kota Ketapang. Walau begitu, tak dipungkiri banyak masyarakat yang mendapatkan banyak keuntungan karena rumah pemliharaan burung walet ini telah menjadi mata pencaharian utama bagi sebagian masyarakat Ketapang.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads