Β
Wilayah konservasi pelestarian Penyu Kepulauan Banyak terletak di Pulau Bangkaru, yang merupakan salah satu pulau di Kepulauan Banyak. Ini merupakan program konservasi pertama di Sumatera yang dipelopori oleh Mahmud Bangkaru, pria berkebangsaan Swedia yang menjadi fanatik terhadap penyu sejak kunjungannya ke Pulau Bangkari di tahun 1994.
Β
"The first time I visited Pulau Bangkaru in 1994 and saw the turtles laying eggs, I could not imagine what that would lead to. I was quite iqnorant about turtles and for me it was just a great adventure. However, the sight of turtles laying eggs on Pantai Amandangan was such an experience, almost spritual. Seeing them, hearing all the sounds of the jungle behind the beache accompanied by the music of the waves breaking, changed me. I have seen this happen also to other first time visitors. We have all become turtle fanatics," Ujar Mahmud Bangkaru.
Β
Sejak saat itu, program konservasi Penyu di Bangkaru mulai dijalankan hingga tahun 2000. Konflik politik di Aceh memaksa program ini untuk berhenti selama 8 tahun. Di tahun 2008, ketika Kepulauan Banyak kembali bangkit dari keterpurukannya, maka program ini pun kembali dijalankannya. "We have managed to protect the turtles over long periods until the year 2000. The political conflict in Aceh in those days stopped us. Now we are it again," tuturnya.
Β
Program konservasi ini mencakup proses taging dan kegiatan patroli rutin setiap malam dan pagi untuk melakukan pengawasan kepada penyu-penyu yang naik di Pantai Amandangan. Dikatakan, jumlah penyu yang selama ini sudah covered oleh tim konservasi penyu berjumlah sekitar 1000 ekor dan masih terus bertambah. Ini menjadikan Pulau Bangkaru sebagai tempat dengan jumlah penyu terbanyak di dunia setelah Costa Rica. [@madalkatiri]
Β












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar