Tim kami, tim 28 tujuan Kalbar 1, cukup beruntung ketika kemarin akan naik ke Gunung Palung, desa Sedahan, daerah Kayong Utara, Ketapang, Kalimantan Barat, karena bertemu rombongan peneliti juga yang naik pada hari itu yang akan menginap selama 10 hari untuk menyelidiki sarang Orang Utan. Menurut Bapak Hardianto, narasumber kami yang adalah karyawan dari peneliti Orang Utan di Gunung Palung, tahun lalu mereka menemukan sekitar 1000 lebih sarang Orang Utan yang ada wilayah hutan Palung secara keseluruhan. Jumlah sarang kemudian digunakan untuk memperkirakan jumlah Orang Utan yang ada saat itu, yaitu sekitar 50 ekor.
Sarang pohon Orang Utan disusun dari dahan-dahan yang disusun menyerupai sarang burung atau tupai di atas pohon. Pohon yang dipilih berbeda-beda: jantan besar rata-rata ada di ketinggian 8-15 meter, jantan remaja di 25-30 meter karena mereka takut kepada pengamat, dan betina ada di 10-35 meter, bahkan sampai 40 meter ke atas. Rata-rata Orang Utan mulai membuat sarang pada sore pukul 3 sore, tidur pukul 5 sore, dan bangun pukul 5 pagi. Namun ada pengecualian bagi Orang Utan yang baru bertemu pengamat, biasanya Orang Utan remaja, baru akan membuat sarang mulai dari jam 7 malam karena takut dan hal tersebut akan berlangsung selama 3 hari ke depan sebelum dia merasa aman lagi.
Dalam kesehariannya, Orang Utan akan terus berpindah-pindah dan terus membuat sarang baru di pohon yang baru. Mereka juga memiliki kemampuan untuk membedakan antara mana sarang milik mereka atau bukan. Bila menemukan sarang bekas mereka yang terdahulu, mereka akan memperbaiki sarang lama tersebut untuk ditinggali pada hari itu. Biasanya, satu Orang Utan akan membuat satu sarang, kecuali Ibu dengan anaknya yang masih kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru