Jakarta - Kayu jati yang dihasilkan Raha, Pulau Muna, ternyata mampu menghasilkan seorang wirausahawan sejati. Contoh nyatanya adalah Pak Lawaji, seorang pensiunan PNS, yang kemudian terjun menjadi pembuat gembol. Gembol dibuat dari akar jati tua yang kemudian diolah menjadi furniture. Hasil dari pengolahan limbah kayu ini ternyata bisa menyekolahkan ke-4 anak beliau sampai bangku kuliah.
Pak Lawaji memulai usaha gembolnya di tahun 1996. Dengan fasilitas dari Depnaker Sultra saat itu, beliau pergi ke Jepara dan belajar tentang kayu jati. Sebagai pionir usaha gembol di kota Raha, beliau melatih banyak orang untuk bekerja di bengkelnya. Para pekerja ini banyak yang kemudian beralih membuat usaha gembol sendiri. Akhirnya mereka menjadi saingan bisnis Pak Lawaji. Namun demikian, beliau tetap maju dengan bekal optimisme dan ilmu manajemen yang diperolehnya di Surabaya. Tak heran bila kemudian beliau mampu mengaplikasikan strategi yang meskipun sederhana tapi juga terbukti ampuh. Antara lain dengan menjaga kepercayaan dari penduduk desa penjual akar jati. Atau dengan pemberian kredit kepada pembeli. Atau dengan pemberian hadiah tambahan bagi pelanggan setianya. Dan saya yakin, semua itu bukanlah strategi terakhir beliau untuk terus memajukan usahanya.
Terlihat saat kami temui Pak Lawaji di pagi hari Rabu, 20 Oktober 2010. Beliau baru saja kembali dari rumah salah satu calon pelanggan. Sungguh seorang wirausahawan sejati. Setiap waktu terus digunakan untuk kemajuan bisnisnya. Yang lebih membuat saya tergugah hari itu adalah mengetahui bahwa Rais, anak beliau, juga berpikiran untuk meneruskan usaha sang ayah. Semoga bisnis mereka tetap berjalan lancar dan kokoh seperti kayu jati olahan mereka.
Terryna Padmi Tunjungsari|50863|SULTRA|35
Kayu Jati Penghasil Wirausahawan Sejati
Rabu, 04 Mei 2011 11:00 WIB
Redaksi Detik Travel











































Komentar Terbanyak
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Gara-gara Protes Penerbangan Delay, Warga 62 Ditahan Polisi KLIA