Pada saat hari H keberangkatan, tentunya saya sudah bersiap-siap segala sesuatunya agar perjalanan panjang tersebut tidak membosankan. Saya menyiapkan MP3 Player, laptop, dan buku bacaan.
Namun, semuanya terasa berbeda setelah saya duduk di dalam pesawat Garuda Indonesia. Sekarang, Garuda Indonesia telah melengkapi pelayanannya dengan menambahkan LCD touch screen. Fitur-fiturnya pun keren sekali. Mulai dari film, video klip, hingga game, yang membuat saya lupa akan lamanya perjalanan dan tidak terasa membosankan sama sekali. Baiklah, mungkin saya mendeskripsikannya seolah-olah baru pertama kali naik pesawat dan terkesan kampungan. Tetapi memang fasilitas ini sangat membantu sekali untuk saya yang merupakan tipe penumpang yang jarang bisa tertidur dan mudah bosan.
Tidak hanya itu, setelah saya menyelesaikan perjalanan saya ke Papua dan kembali ke Yogyakarta, sebelumnya saya sempat transit di Jakarta. Jarak waktu tiba di Jakarta dengan penerbangan selanjutnya ke Yogyakarta adalah sekitar tujuh jam. Dengan kondisi Jakarta yang macet, saya mengurungkan niat untuk pergi berjalan-jalan sembari menunggu waktu penerbangan selanjutnya.
Setelah mengambil bagasi di Soe-ta, saya bertanya kepada salah satu kru Garuda Indonesia dan menanyakan apakah penerbangan saya bisa dimajukan waktunya, sehingga saya tidak harus menunggu tujuh jam untuk penerbangan selanjutnya. Pelayanan yang sangat mengagumkan karena semua kebutuhan administrasi pemajuan jadwal diurus oleh kru tersebut. Bahkan saya diantarkan ke kasir, check in, hingga ke ruang tunggu pun saya di dampingi. Wow! Selain itu, tidak dikenakan biaya tambahan untuk pergantian jadwal.
Yang bisa saya ucapkan adalah terima kasih. Terima Kasih untuk Garuda Indonesia dan terima kasih untuk Pak Tarno (Kru Garuda Indonesia) yang telah dengan setia mengurus segala kebutuhan saya.












































Komentar Terbanyak
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar