Percaya atau tidak percaya, ternyata para pejuang kemerdekaan Indonesia banyak yang memanfaatkan kekuatan magic dalam setiap peperangan menghadapi para penjajah.
Begitulah pemikiran yang terbentuk di benak saya setelah 22 Oktober 2010 berkunjung ke Provinsi Kalimantan Selatan dan menemui sumbernya yang bukanlah siapa-siapa melainkan 'Wasaka', sebuah nama yang punya kemiripan dengan bahasa Jepang tetapi sebenarnya diambil dari bahasa Banjar yakni 'Waja Sampai Kaputing' yang berarti perjuangan sampai akhir yang kini dijadikan nama sebuah bangunan museum tentang sejarah perjuangan para pejuang dan masyarakat Banjarmasin dan Kalimantan Selatan.
Museum ini didirikan pada tanggal 8 November 1981 dan hingga kini masih menjadi sentra sejarah perjuangan rakyat melawan kolonial Belanda yang selalu menjadi daya tarik untuk para pelajar dan mahasiswa yang ingin mengetahui sejarah kota ini. Mulai dari perabot yang digunakan oleh tokoh perjuangan Hasan Basri, alat-alat senjata, seragam bekas perjuangan sampai replika cara pembuatan senjata secara tradisionil di zaman perjuangan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berada tidak jauh dari Sungai Martapura serta tanpa dipungut biaya masuk menjadikan bangunan museum yang selalu buka setiap hari kecuali hari senin ini layak intuk dijadikan objek wisata sejarah di Kalimantan Selatan.












































Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran