Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 03 Jun 2021 17:11 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Puncak Brakseng, Permadani Alam Khas Batu Malang

Hamparan Bunga Hortensia yang Cantik dengan Berbagai Warna Cerah
Hamparan Bunga Hortensia yang Cantik dengan Berbagai Warna Cerah
Perbukitan Cantik Terlihat di Pinggir Jalan Raya Cangar
Perbukitan Cantik Terlihat di Pinggir Jalan Raya Cangar
Saung Tempat Kami Beristirahat Sambil Menikmati Permadani Alam Brakseng
Saung Tempat Kami Beristirahat Sambil Menikmati Permadani Alam Brakseng
Lanskap Brakseng yang Hijau dan Segar
Lanskap Brakseng yang Hijau dan Segar
detikTravel Community -

Cerita tentang Malang, Jawa Timur memang tidak ada habisnya dan selalu ada kisah seru di dalamnya. Objek wisata di Kota Apel ini selalu saja membuat hati nyaman dan pikiran segar terutama pesona alamnya.

Salah satunya adalah Kota Batu yang merupakan dataran tinggi di Kabupaten Malang dengan udaranya yang sejuk serta panoramanya yang hijau. Pekan lalu, saya dan dua orang teman mengunjungi sebuah tempat wisata di daerah Batu yang berbeda dari biasanya yaitu Puncak Brakseng Cangar.

Lanskap yang cantik ini terletak di ketinggian 1.700 mdpl dan membutuhkan waktu 1 jam perjalanan dari Kota Malang, kebetulan juga kami saat itu memilih transportasi roda dua untuk mencapainya. Wisata yang baru dirilis tahun 2020 ini terletak di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Malang.

Tempat ini merupakan salah satu hasil kerja sama antara beberapa mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan warga lokal setempat. Kami melewati pemandangan yang sangat asri dan menyegarkan hati saat perjalanan ke Puncak Brakseng.

Akses jalannya cukup ekstrem karena banyak tikungan dan menanjak, namun rasa was-was sirna setelah disuguhi pemandangan hamparan kebun apel, sayur mayur,persawahan, serta perbukitan yang sangat indah.

Pagi itu cuaca cerah dan motor matik kami terus melaju dengan kecepatan 50km/jam sambil mata kami dimanjakan oleh lukisan alam yang membuat kami selalu bersyukur atas ciptaan-Nya.

Dengan bermodalkan Google Maps, kami pun hampir sampai di tujuan namun perbukitan di sisi kiri jalan membuat kami tak tahan untuk mengambil beberapa gambar. Terlihat juga banyak wisatawan yang berfoto serta duduk-duduk beristirahat sebelum melanjutkan petualangan menuju Puncak Brakseng.

Untuk menuju lokasi wisata Brakseng tidaklah terlalu sulit karena jalannya sudah terbuat dari konblok walaupun ada beberapa titik masih berupa tanah dan bebatuan. Namun jangan khawatir, selain motor, jalur menuju Puncak Brakseng ini juga dapat dilalui oleh mobil pribadi maupun jip dan bahkan terlihat juga beberapa orang bersepeda di antara perbukitan yang cantik ini.

Tidak Ada Tiket Masuk dan Tarif Parkir di Puncak Brakseng

Satu hal yang perlu diketahui, objek wisata ini tidak memiliki lahan parkir sehingga pengunjung dapat parkir di bahu jalan dengan rapih dan tertib agar tidak mengganggu wisatawan lainnya serta warga sekitar yang akan berangkat berkebun. Kami pun sampai lalu memarkir motor di dekat sebuah saung dengan beberapa motor dan sebuah mobil pelancong lain.

Tidak ada tarif parkir maupun tiket masuk di sini tetapi kita harus senantiasa menjaga kebersihan terutama protokol kesehatan di masa pandemi ini.

Hal yang pertama kali saya lakukan adalah menghirup dalam-dalam udara segar khas pegunungan serta mengedarkan pandangan ke sekeliling dan wow! Lagi-lagi disuguhi panorama perbukitan yang menakjubkan.

Terlihat banyak petani sayur sedang mengerjakan ladang yang ditanami wortel, kubis, kentang, dan lain sebagainya. Aktivitas bercocok tanam ini tidak pernah terlihat di tempat tinggal saya dan saya sangat menikmati kegiatan yang menambah keelokan alam raya Brakseng tersebut.

Setelah puas berfoto dengan berbagai pose, kami pun beristirahat sejenak sambil duduk di antara kebun sayur dengan hamparan hijau di depan mata. Kabut tipis pun turun mengelilingi kawasan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto ini.

Kabarnya, jika kita beruntung akan terlihat Gunung Arjuno dan Gunung Welirang karena Brakseng merupakan salah satu jalur alternatif pendakian dua gunung tersebut.

Namun saat itu langit tidak secerah harapan kami, Arjuno Welirang yang merupakan gunung berapi favorit para pendaki di Jawa Timur itu pun tak tampak.

Walaupun begitu, lanskap Brakseng yang menakjubkan ini sudah berhasil menghilangkan penat kami yang menumpuk selama bekerja. Sebelum pulang kembali ke Kota Malang, kami pun mampir sejenak di kebun Bunga Hortensia yang masih berada di Puncak Brakseng.

Bentangan ratusan bunga cantik warna warni ini membuat kumpulan foto kami semakin instagenik dan artistik. Salah satu aturan yang terbaca di tengah kebun tersebut adalah pengunjung dilarang untuk masuk ke area taman bunga karena akan merusak keindahan tanaman yang mempunyai nama lain Bunga Bokor tersebut.

Menghabiskan waktu libur di Puncak Brakseng Malang bisa menjadi salah satu pilihan terbaik travelling di saat pandemi Covid-19 seperti ini. Alam terbuka yang luas serta udara yang segar memungkinkan virus tidak gampang berpindah tetapi tetap harus terapkan 3M ya teman-teman!

BERITA TERKAIT
BACA JUGA