Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 18 Jul 2021 12:40 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Museum Kereta Api Ambarawa yang Bikin Nostalgia

gema bayu
d'Traveler
Museum ambarawa menyimpan berbagai lokomotif uap dan diesel.
Museum ambarawa menyimpan berbagai lokomotif uap dan diesel.
Tampak depan Museum Kereta Api Ambarawa.
Tampak depan Museum Kereta Api Ambarawa.
Bahan bakar penggerak kereta menggunakan kayu dan batu bara.
Bahan bakar penggerak kereta menggunakan kayu dan batu bara.
Komponen bangunan ini terdiri dari emplasemen, bengkel, peron, rumah dinas, jalur rel, pemutar lokomotif, menara air dan gudang.
Komponen bangunan ini terdiri dari emplasemen, bengkel, peron, rumah dinas, jalur rel, pemutar lokomotif, menara air dan gudang.
Berbagai jenis lokomotif dengan seri B, C, D hingga CC.
Berbagai jenis lokomotif dengan seri B, C, D hingga CC.
detikTravel Community -

Bicara Ambarawa apasti ingat tempat yang satu ini, Museum Kereta Api Ambarawa. Ya, tempat ini memang populer sebagai tempat wisata yang bikin nostalgia.

Museum Kereta Api Ambarawa menyimpan berbagai koleksi kereta klasik pada masa Hindia Belanda dan masih terjaga hingga sekarang. Museum ini berada di Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah.

Pada masa lalu Museum Kereta Api Ambarawa merupakan sebuah stasiun yang bernama Stasiun Willem I. Stasiun Willem I diresmikan pada tanggal 21 Mei 1873. Stasiun kala itu digunakan untuk sarana transportasi militer di daerah Jawa Tengah.

Tak hanya itu, stasiun digunakan untuk sarana pengangkutan komoditas ekspor. Setelah stasiun ini ditutup pengoperasiannya.

Pada tanggal 9 April 1976 stasiun diresmikan sebagai museum oleh Supardjo Rustam selaku Gubernur Jawah Tengah kala itu. Peninggalan kereta klasik pada masa Hindia Belanda sampai masa pra kemerdekaan yang dapat ditemukan pada museum ini.

Mulai dari 26 lokomotif uap, 4 lokomotif diesel, 6 gerbong dan 5 kereta. Hal yang menarik adalah Lokomotif uap yang bernomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen sudah berusia lebih dari 100 tahun.

Lokomotif uap ini terbilang langka, hanya terdapat satu dari tiga lokomotif yang ada di dunia, sisanya terdapat di Swiss dan India. Berbagai jenis lokomotif di museum ini walau sudah berusia 100 tahun lebih, namun masih dapat dioperasikan sebagai kereta wisata.

Untuk menikmati perjalanan dengan kereta kuno ini pihak museum telah menyediakannya untuk para wisatawan. Harga mulai dari Rp 50.000 hingga belasan juta yang tersedia pada akhir pekan atau hari Sabtu dan minggu.

Museum Kereta Api Ambarawa buka mulai pukul 08.00-17.00 WIB Sabtu-Minggu dan harga tiket masuk untuk anak-anak sebesar Rp 5.000 dan dewasa Rp 10.000.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA