Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 19 Jul 2021 19:43 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Tuur Maasering, Wisata Hutan Aren dengan Spot Instagramable

Chardian Arguta
d'Traveler
Pose di depan gerbang masuk Tuur Maasering
Pose di depan gerbang masuk Tuur Maasering
Suasana didalam Tuur Maasering
Suasana didalam Tuur Maasering
Spot pondokan instagramable
Spot pondokan instagramable
Pose depan tungku penyulingan saguer
Pose depan tungku penyulingan saguer
Minuman saguer
Minuman saguer
Minuman cap tikus
Minuman cap tikus
Pondokan cafe
Pondokan cafe
Saguer didalam mangkok batok kelapa
Saguer didalam mangkok batok kelapa
Jalan setapak menuju Tuur Maasering
Jalan setapak menuju Tuur Maasering
Welcome to Tuur Masering
Welcome to Tuur Masering
detikTravel Community -

Membahas spot wisata di Sulawesi Utara seolah tidak akan ada habisnya. Ada wisata hutan aren dengan spot instagramable di Tuur Ma'asering.

Berlokasi di Kumelembuai, Kota Tomohon. Dari Kota Manado ke lokasi berjarak sekitar 50 KM dan dapat ditempuh dengan berkendara sekitar 1 jam. Sesampainya di Kota Tomohon menuju Kumelembuai, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan hijau di sepanjang perjalan. Tak ketinggalan view Gunung Lokon yang indah dari kejauhan.

Setiba di Tuur Ma'asering kita akan melewati pos penjagaan di gerbang utama untuk membayar tiket masuk sebesar Rp. 15.000 per wisatawan.

Tiket masuk ini nantinya dapat ditukar dengan minuman khas kearifan lokal Minahasa yaitu Saguer dan minuman keras Cap Tikus yang terkenal. Selanjutnya kami jalan menyusuri jalan setapak dan agak menanjak, pohon aren yang berukuran besar seperti tertata rapi di kiri dan kanan jalan.

Tiba di halaman utama terlihat banyak pondokan dan kursi dari kayu tempat beristirahat melepas lelah para wisatawan. Pondokan dan semua fasilitas dibuat dari kayu dan bambu dengan bermacam bentuk.

Betul-betul sangat menarik dan instagramable. Kami juga dapat menyaksikan proses membuat minuman keras cap tikus yang merupakan hasil fermentasi dan distilasi air nira yang berasal dari pohon aren.

Terdapat satu tungku api berukuran besar dengan drum diletakkan di atas tungku. Selanjutnya air saguer dimasukkan ke dalam drum dan aliran uap dialirkan melalui pipa bersih mengarah ke satu botol kaca. Informasi dari pemandu, 6 galon saguer akan mendapatkan sekitar 1 galon cap tikus.

Banyak versi yang menyatakan awal mula nama Cap Tikus, salah satunya adalah alat penyulingan dari bambu yang mirip seperti jalan tikus. Setelah puas berswafoto dan mengelilingi hampir seluruh kawasan Tuur Ma'asering, kami mampir ke sebuah pondokan untuk menukar tiket masuk dengan minuman saguer yang segar. Minuman saguer ini disajikan khas menggunakan mangkuk dari batok kelapa.

Memiliki ranis bercampur sedikit pahit dan asam. Berwarna putih susu seperti sagu karena berasal dari air sagu dan sedikit berbusa. Wisatawan juga dapat memesan makanan ringan seperti mie cakalang, pisang goreng dan makanan lain.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA