Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 25 Agu 2021 13:18 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Melihat Sejarah Perkeretaapian Indonesia di Museum Ambarawa

gema bayu
d'Traveler
Lokomotif di museum ini terdiri dari lokomotif uap dan diesel
Lokomotif di museum ini terdiri dari lokomotif uap dan diesel
Stasiun Ambarawa mempunyai luas bangunan utama sebesar 479,45 m persegi
Stasiun Ambarawa mempunyai luas bangunan utama sebesar 479,45 m persegi
Museum Ambarawa memiliki 5 kereta
Museum Ambarawa memiliki 5 kereta
Stasiun Ambarawa terdiri dari 3 bangunan tertutup dan 1 bangunan terbuka
Stasiun Ambarawa terdiri dari 3 bangunan tertutup dan 1 bangunan terbuka
Terdapat berbagai macam gerbong yang didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia
Terdapat berbagai macam gerbong yang didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia
detikTravel Community -

Mengenal lebih banyak tentang sejarah perkeretaapian Indonesia, kamu bisa mengunjungi Museum Ambarawa. Di sini menyimpan berbagai macam kereta klasik. Kamu tertarik?

Lokasi Museum Ambarawa

Museum ini berada di Jl. Stasiun No.1, Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah. Lokasinya sudah tersedia di maps. Museum ini menampilkan berbagai koleksi, mulai dari kereta, lokomotif uap, lokomotif diesel dan gerbong kereta.

Berbagai koleksi di museum ini tetap dirawat keasliannya, sehingga kesan klasik tetap melekat pada benda dan bangunan yang ada di museum ini. Karena museum ini sendiri dahulu merupakan sebuah stasiun yang dibuat pada masa kolonial Belanda pada tahun 21 Mei 1873.

Pada kala itu stasiun ini dibuat untuk menunjang ekspor dan alat transportasi militer Belanda. Setelah masa kemerdekaan kereta masih dioperasikan sampai tahun 1964.

Ambarawa sendiri merupakan kota militer bagi Hindia Belanda dan wilayah ini terkenal dengan adanya perang yang merenggut banyak korban jiwa pahlawan Indonesia yaitu 'Pertempuran Ambarawa'.

Saat setelah masa kemerdekaan persisnya tanggal 9 April 1976 stasiun ini diresmikan sebagai museum oleh Supardjo Rustam selaku Gubernur Jawah Tengah kala itu.

Stasiun yang dialihfungsikan ini sebagai wujud nyata untuk mempertahankan nilai-nilai sejarah perjuangan Indonesia dan juga sekaligus mempertahankan benda dan bangunan klasik yang usianya mencapai ratusan tahun.

Bangunan di museum ini berupa depo/bengkel, emplasemen (jalur rel, drainase, fasilitas pengoperasian kereta api), peron, rumah dinas, pemutar lokomotif (turn table), menara air dan gudang.

Selain jadi tempat wisata, museum Ambarawa ini juga dapat disewa untuk kegiatan pameran, pemotretan, ruang pertemuan, pesta pernikahan, shooting, bazar, festival, workshop dan pentas seni. Sayangnya saat masa pandemi, khususnya pada masa pemberlakuan PPKM, museum ini tutup. Bagi kamu yang ingin datang mohon untuk bersabar.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA