Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 04 Apr 2022 12:12 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Praha, Kota Terindah di Jantung Eropa

Caecilia Dewi
d'Traveler
Astronomical Clock Prague
Astronomical Clock Prague
detikTravel Community -

Praha, ibu kota Ceko terkenal dengan keindahan kotanya yang di dominasi oleh bangunan-bangunan tua bergaya arsitektur Romawi, Reinassance, Gothic, sampai dengan Bohemian.

Kota ini banyak dijadikan lokasi shooting film-film besar seperti Spiderman, Mission Impossible, James Bond 007, bahkan ada beberapa film Indonesia juga mengambil lokasi shooting di Praha, salah satunya yang terkenal adalah film Surat dari Praha.

Negara Ceko ini sebelumnya bernama Cekoslovakia. Setelah Perang Dunia II Cekoslovakia jatuh ke dalam pengaruh Uni Soviet, lalu Ceko dan Slovaskia berpisah tahun 1991. Kedewasaan berpolitik rakyat Ceko terlihat dengan cara mereka berpisah secara damai tanpa adanya pertumpahan darah.

Kedewasaan berpolitik juga terlihat ketika adanya perubahan ideologi komunis di bawah Uni Soviet menjadi demokrasi liberal, tidak ada gejolak dalam negara saat itu. Luka sejarah masa lalu tidak menjadikan rakyat Ceko tersekat-sekat, tidak menjadikannya sebagai alat diskriminasi.

PrahaPraha Foto: shutterstock

Saya berangkat pagi hari di musim dingin dari stasiun Berlin HBF Jerman menggunakan Deustche Bahn Erocity, kereta cepat menuju stasiun Praha Hlavni Nadrazi. Kereta meluncur sekitar empat setengah jam dari Berlin ke Praha.

Suasana yang dilewati hampir sama seperti pada umumnya pedesaan di Eropa Timur. Setibanya di stasiun kereta, saya beristirahat sejenak, duduk di bawah pohon dengan daun yang telah berguguran di musim dingin sambil menikmati stasiun utama antar negara yang sederhana namun nyaman. Hilir mudik orang menggunakan pakaian casual dengan jersey dan overcoat tebal berwarna gelap dan polos.

Musim dingin di Praha bisa mencapai -6 deg C. Penduduk Ibu Kota Ceko ini berjumlah 1.5 juta jiwa, terbilang padat untuk ukuran kota yang tidak terlalu luas. Keseharian mereka menggunakan Bahasa Ceko, tapi kita juga bisa mendengarkan bahasa lain yang digunakan, Bahasa Slovakia, Jerman, Polandia dan Romani. Sebagian orang juga berbahasa Inggris. Saya melanjutkan perjalanan mengendarai trem menuju penginapan.

Jembatan Cinta CekoJembatan Cinta Ceko Foto: (Indah Mutiara Kami/detikTravel)

Selama perjalanan yang singkat terlihat bangunan-bangunan tua yang berdiri indah yang kokoh. Salah satu bangunan yang menyita perhatian adalah sebuah universitas tertua di Eropa, Karls-Universität zu Prag atau Charles University of Praha yang dibangun tahun 1347 pada masa Romawi di bawah Raja Charles IV.

Banyak mahasiswa Indonesia yang mendapat beasiswa belajar di Universitas tersebut. Di Praha banyak orang Indonesia berusia lanjut yang dulu dikirim bersekolah pada era pemerintahan Presiden Sukarno, namun adanya pergolakan politik di tanah air mahasiswa yang sedang belajar saat itu tidak bisa pulang karena dicabut paspornya di masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Kota Tua di PrahaKota Tua di Praha Foto: (Iin Yumiyanti/detikTravel)

Jangan heran kalau kita bertemu wajah-wajah keturunan Indonesia yang tidak bisa berbahasa Indonesia lagi. Kota Praha seluruhnya sudah merupakan tempat wisata sesungguhnya, setiap sudut yang dilalui merupakan bangunan sejarah yang indah.

Transportasi Umum di Praha

Jalanan di Praha umumnya lebar, bersih dan rapi. Memasuki area old town jalanan menggunakan batu hitam yang di tata teratur. Namun, layaknya kota modern di Eropa, banyak mobil-mobil mewah dan baru mondar mandir di jalan, restoran-restoran fancy, café modern hard rock, tempat belanja barang mewah pun ada.

Transportasi publik sangat mudah ditemukan dan tarif relatif murah, ada metro underground, trem, bus. Taksi pun ada, tentu tarifnya berbeda. Salah satu Icon kota Praha adalah Prague Castel yang merupakan kastil kuno sebagai tempat tinggal para Kaisar Romawi.

Kastil ini di malam hari terlihat sangat cantik seperti tempat tinggal para princess dalam film animasi Disney. Old town square bergaya Romawi sangat ramai dikunjungi, banyak orang berjualan seperti bazar, ada yang berjualan cenderamata dengan berpakaian khas Ceko.

Land Mark Terkenal di Praha

Banyak spot cantik untuk diabadikan. Di old town square juga ada Prague Astronomical Clock yang merupakan jam astronomi tertua di dunia dengan banyak keunikan dibuat tahun 1410.

Jam ini menjadi land mark paling ramai di kota Praha. Icon kota Praha lainnya adalah Charles Bridge, jembatan tertua di Republic Ceko di atas sungai Vltava. Jembatan bersejarah ini selalu dipadati pengunjung. Pembangunan Charles Bridge dimulai tahun 1357 di bawah pemerintahan Raja Charles IV.

Di dekat Charles Bridge ada sebuah Katedral St Vitus yang terkenal bergaya arsitektur Gothic dibangun pada abad ke-14. Dengan menggunakan kendaraan wisata dari town square kita bisa mengunjungi Wallenstein Palace, istana Barok di Malá Strana, yang berfungsi sebagai tempat tinggal Imperial Generalissimo Albrecht von Wallenstein dan sekarang menjadi rumah bagi Senat Republik Ceko dengan gaya arsitektur Barok.

Ada juga Vysehrad, benteng yang didirikan pada abad ke-10 bergaya arsitektur Bohemian. Di halaman benteng terdapat beberapa patung para tokoh-tokoh penting di Praha.

Di jantung kota Praha juga ada museum Komunisme yang dapat dikunjungi. Museum ini menempati bangunan peninggalan abad ke-18. Di dalam museum terdapat patung Karl Marx dan Vladimir Lenin. Tidak ada kesan seram dengan diorama adegan sadis berdarah di dalam museum.

Dancing House merupakan gedung berarsitektur modern unik layaknya orang sedang menari dapat kita lihat di tengah kota, bangunan ini menjadi perhatian karena berdiri diantara bangunan-bangunan klasik tua.

Di dalam Dancing House terdapat kamar hotel, restaurant Perancis dan perkantoran internasional Praha memiliki makanan khas yang cukup beragam, ada Trdelnik, jajanan yang melegenda yaitu pastry dengan ice cream dan kacang.

Goulash, semacam soup yang disajikan hangat sangat nikmat karena udara yang selalu dingin. Chlebicky, roti seperti baguette yang disajikan dengan berbagai topping seperti timun, telur, daun salam dan ham. Chlebicky mudah didapatkan di berbagai toko makanan. Praha juga terkenal dengan birnya yang enak dan murah, konon harganya lebih murah dari mineral water.

---

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel, Caecilia Dewi. Traveler bisa mengirim kisah perjalanan baik di Indonesia maupun di luar negeri melalui tautan ini.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
e-Life
×
Pamer Body Count di Medsos, Kok Bangga?
Pamer Body Count di Medsos, Kok Bangga? Selengkapnya