Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 15 Mei 2022 21:39 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Muslim World League, Masjid Mungil di Belantara Kota London

Ridha Khairina
d'Traveler
Masjid Muslim World League
Masjid Muslim World League
Tower Bridge di atas River Thames
Tower Bridge di atas River Thames
Aliran air River Thames yang berwarna coklat
Aliran air River Thames yang berwarna coklat
HMS Belfast kapal perang yang kini menjadi museum terapung
HMS Belfast kapal perang yang kini menjadi museum terapung
Keindahan arsitektur Tower Bridge
Keindahan arsitektur Tower Bridge
Salah satu bagian Tower Bridge seperti gerbang masuk ke negeri dongeng
Salah satu bagian Tower Bridge seperti gerbang masuk ke negeri dongeng
Tower of London istana sekaligus benteng yang dibangun oleh William Sang Penakluk
Tower of London istana sekaligus benteng yang dibangun oleh William Sang Penakluk
Di castle ini pernah menjadi tempat penyiksaan serta eksekusi tahanan kerajaan
Di castle ini pernah menjadi tempat penyiksaan serta eksekusi tahanan kerajaan
Shaf sholat perempuan di Masjid Muslim World League
Shaf sholat perempuan di Masjid Muslim World League
Masjid yang kecil dan sederhana namun bersih dan nyaman
Masjid yang kecil dan sederhana namun bersih dan nyaman
detikTravel Community -

Menyusuri jalanan London di musim semi bagai candu yang melenakan. Kota yang indah dengan berbagai bangunan penting bersejarah berusia ratusan tahun ini seakan memancarkan aura magisnya.

Namun bagi umat Muslim, meski betah berkeliling, saat waktu salat telah tiba, kewajiban untuk menunaikan salat tetaplah harus dilaksanakan. Untungnya tak sulit menemukan tempat salat di kota ini.

Siang yang sejuk dengan suhu sekitar 11°C di tepian Sungai Thames. Sungai yang membelah kota London ini mengalir tenang dari hulunya di daerah Cotswolds, hingga bermuara di Laut Utara.

Salah satu pendapat mengatakan kata Thames berasal dari kata Tamas yang dalam bahasa Sansakerta berarti gelap, karena aliran airnya seringkali berwarna gelap. Sungguh menyenangkan memandangi kapal-kapal wisata yang berlayar santai di atas riak-riak gelombang sungai di bawah langit mendung kelabu.

Sementara kapal HMS Belfast yang dulu pernah menjadi salah satu kapal perang andalan kerajaan Inggris pada Perang Dunia II, kini di masa pensiunnya telah berubah fungsi menjadi museum apung yang megah, bersandar di bantaran selatan sungai Thames antara London Bridge dan Tower Bridge.

Setelah melewati HMS Belfast, perjalanan ke arah Tower Bridge seakan membawa kita memasuki gerbang kerajaan dalam cerita dongeng. Jembatan gantung di atas River Thames bergaya arsitektur Neo-Gothic ini memang sangat menakjubkan dengan dua menara indah di sisi utara dan selatannya.

Meski telah dibangun sejak tahun 1886, salah satu landmark kota London ini tetap berfungsi dengan baik, terbukti bagian jalan jembatan masih dapat diangkat apabila ada kapal besar yang lewat.

Tepat di sisi utara Tower Bridge adalah Tower of London. Castle yang dibangun tahun 1066 oleh William sang Penakluk (William the Conqueror) ini awalnya berfungsi sebagai benteng sekaligus gerbang menuju ibukota kerajaan, karena letaknya yang strategis di tepi River Thames.

Menurut UNESCO, Tower of London merupakan salah satu contoh istana benteng peninggalan abad ke-11 terlengkap yang masih tersisa di Eropa. Itulah kenapa castle ini masuk dalam daftar situs warisan dunia.

Pada perjalanannya, castle ini pernah menjadi tempat penyimpanan senjata dan armada militer, penjara dan tempat penyiksaan sekaligus eksekusi bagi mereka yang dituduh melakukan pembangkangan pada kerajaan, serta tempat penyimpanan The Crown Jewels, berbagai mahkota kerajaan Inggris.

Ketika matahari mulai beranjak dan waktu salat tiba, umat Muslim bisa salat di banyak pilihan masjid yang ada di sekitar pusat kota London. Salah satunya adalah masjid kecil bernama Muslim World League. Masjid mungil ini seakan terselip di antara kesibukan kota London.

Muslim World League sendiri adalah organisasi non-profit Islam yang berpusat di Saudi Arabia, yang ingin menonjolkan Islam sebagai agama yang damai, moderat, dan toleran. Masjid Muslim World League berlokasi di Goodge Street nomor 46, tak jauh dari kawasan bisnis dan komersial Soho yang melegenda. Untuk sampai ke sana, kita bisa naik bus merah London yang melewati Tottenham Court Road. Dari sana berjalan sedikit ke arah Goodge Street.

Di sepanjang jalan kecil itu, aroma lezat menyeruak dari cafe dan restoran yang menjual masakan dari berbagai negara. Ada masakan Palestina dan Lebanon, China, Italia, Spanyol, dan lain-lain.

Di sudut jalan antara Goodge Street dan Charlotte Street, di sanalah masjid Muslim World League berada. Secara ukuran, Masjid Muslim World League tidaklah besar, bahkan seolah terjepit bangunan-bangunan di sekitarnya.

Desainnya cukup sederhana. Namun karpet biru muda tebal yang nyaman, serta ornamen bercorak Timur Tengah di beberapa bagian dindingnya, membuat masjid ini terlihat rapi dan bersih. Petugas penjaga masjidnya pun sangat ramah.

Pria berdarah Pakistan itu menceritakan bahwa ia memiliki anak yang sedang menempuh pendidikan di Malaysia. Menurutnya, lingkungan Malaysia dan Indonesia sangat kondusif bagi umat Islam untuk beribadah.

Mendengar pernyataan ini, betapa bersyukurnya kita di Indonesia dapat beribadah dengan aman dan nyaman, serta hidup rukun dalam keberagaman. Setetes kesejukan dan rasa damai perlahan merasuk di hati, dalam kesunyian sebuah masjid kecil, di belantara kota London.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA