Musim hujan jangan jadi penghalang buat liburan. Kali ini, meski hujan mengguyur sepanjang hari, tidak menghalangi niat kami untuk mengeksplorasi daerah Ubud.
Akhir pekan jadi waktu yang tepat buat kabur ke Bali. Pulau Dewata selalu menjadi 'rumah kedua' bagi kami yang nyaman untuk ditinggali. Suasananya begitu bikin kangen untuk selalu datang lagi dan lagi.
Terutama di kawasan Ubud. Pemandangan alam yang masih asri, sejuk dan penuh dengan pepohonan membuat kami jatuh hati dengan area ini di Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ubud menawarkan pengalaman yang tidak ditawarkan daerah lainnya. Kami pergi ke sawah Tegallalang untuk menyegarkan pikiran dengan melihat yang hijau-hijau.
Hujan yang mengguyur sedari pagi membuat suasana jadi semakin syahdu. Rintik hujan berpadu dengan bunga padi yang sedang bermekaran jadi panorama sempurna untuk berakhir pekan.
Selain menikmati pemandangan hujan, tidak lengkap jika ke Ubud tanpa kulineran. Bagi yang mengira kuliner Bali hanya soal pedas atau viral, maka kalian salah besar.
Perpaduan rasa lokal yang mendalam, pengetahuan herbal, serta keramahan khas pulau Dewata menjadikannya sebuah pengalaman kuliner yang berkesan.
Siang hari itu, Wild yang berada di pusat Ubud menjadi titik temu beragam pengunjung dari wisatawan, praktisi yoga, seniman, hingga warga lokal. Mereka dapat meracik sendiri hidangan khas Bali tanpa menu tetap yang membatasi kreasi.
Restoran ini bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang dimana makanan menjadi budaya, pembelajaran, sekaligus kenikmatan yang berpadu dalam satu sajian.
Pilihannya ada nasi, lalu ditambahkan lauk sesuai selera mulai dari daging olahan, sayuran kaya rasa, kreasi fermentasi, hingga resep herbal tradisional. Semuanya ada.
Makanan di sini bukan hanya untuk memberi rasa kenyang, tetapi juga untuk menjaga kesehatan. Penikmat kuliner dari pencinta daging hingga vegan dapat menemukan rumah keduanya di sini.
Seiring berjalannya waktu, suasana semakin hangat. Tekstur alami, nuansa alam, dan dapur yang terbuka menciptakan energi yang bersemangat. Percakapan di meja makan, piring makan penuh warna, dan santapan dinikmati tanpa beban.
Wild menunjukkan bahwa kuliner Bali tidak harus selalu pedas untuk tetap autentik. Tingkat kepedasan disesuaikan, rasa diseimbangkan, namun akar tradisi tetap terjaga.
Ah, Ubud saat hujan rasanya ingin kembali untuk pengalaman yang lebih berkesan.












































Komentar Terbanyak
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi