Tersingkir dari Piala Dunia-Hari Bastille Usai, Prancis Tinggalkan Pekan Padat

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tersingkir dari Piala Dunia-Hari Bastille Usai, Prancis Tinggalkan Pekan Padat

Vannisa Paramitha Junaidi - detikTravel
Rabu, 15 Jul 2026 14:11 WIB
loading...
Vannisa Paramitha Junaidi
Timnas Spanyol memastikan satu tempat di partai puncak Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Prancis dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga semifinal yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan tersebut mengantarkan La Roja selangkah lagi menuju gelar juara dunia, sementara Les Bleus harus mengubur mimpi mereka untuk tampil di final.
Timnas Spanyol memastikan satu tempat di partai puncak Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Prancis dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga semifinal yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. (Reuters)
Penonton menyaksikan pesawat militer melakukan atraksi terbang lintas (flyover) dalam parade militer tahunan Hari Bastille di Paris, 14 Juli 2026. (Martin Bureu/AFP)
Penonton menyaksikan pesawat militer melakukan atraksi terbang lintas (flyover) dalam parade militer tahunan Hari Bastille di Paris, 14 Juli 2026. (Martin Bureu/AFP)
Angkatan Bersenjata Prancis mengendarai kendaraan militer dalam parade militer tahunan Hari Bastille di sepanjang Jalan Champs-Elysees, Paris, 14 Juli 2026. (Ludovic Marin/AFP)
Angkatan Bersenjata Prancis mengendarai kendaraan militer dalam parade militer tahunan Hari Bastille di sepanjang Jalan Champs-Elysees, Paris, 14 Juli 2026. (Ludovic Marin/AFP)
Seorang pendukung tim nasional sepak bola Prancis bereaksi saat menyaksikan pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol di sebuah kafe dekat Pantheon (terlihat di latar belakang) di Paris, 14 Juli 2026. (Foto: Martin Lelievre/AFP)
Seorang pendukung tim nasional sepak bola Prancis bereaksi saat menyaksikan pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol di sebuah kafe dekat Pantheon (terlihat di latar belakang) di Paris, 14 Juli 2026. (Foto: Martin Lelievre/AFP)
Seorang pendukung yang mengenakan jersey pemain depan tim nasional Prancis nomor 10, Kylian MbappΓ©, duduk bersama seorang perempuan di tepi Sungai Seine setelah Prancis kalah dari Spanyol pada semifinal Piala Dunia FIFA 2026 di Paris, 14 Juli 2026. (Martin Lelievre/AFP)
Seorang pendukung yang mengenakan jersey Kylian Mbappe di tepi Sungai Seine setelah Prancis kalah dari Spanyol pada semifinal Piala Dunia FIFA 2026 di Paris, 14 Juli 2026. (Martin Lelievre/AFP)(AFP/Martin Lalievre)
Tersingkir dari Piala Dunia-Hari Bastille Usai, Prancis Tinggalkan Pekan Padat
Tersingkir dari Piala Dunia-Hari Bastille Usai, Prancis Tinggalkan Pekan Padat
Tersingkir dari Piala Dunia-Hari Bastille Usai, Prancis Tinggalkan Pekan Padat
Tersingkir dari Piala Dunia-Hari Bastille Usai, Prancis Tinggalkan Pekan Padat
Tersingkir dari Piala Dunia-Hari Bastille Usai, Prancis Tinggalkan Pekan Padat
Jakarta -

Prancis baru saja melewati salah satu hari tersibuk sepanjang 2026. Perayaan Hari Nasional Prancis atau Fete Nationale Francaise pada 14 Juli berlangsung bersamaan dengan perjuangan timnas Prancis di semifinal Piala Dunia 2026.

Dua momen besar itu membuat berbagai kota, terutama Paris, dipenuhi warga, wisatawan, dan suporter. Mereka datang untuk menikmati kemeriahan Hari Bastille secara langsung sekaligus memberikan dukungan kepada Les Bleus melalui acara nonton bareng di sejumlah fan zone.

Namun, pesta sepak bola berakhir dengan kekecewaan. Timnas Prancis yang diperkuat Kylian Mbappe dkk tersingkir usai kalah 0-2 dari Spanyol pada babak semifinal Piala Dunia 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski gagal melaju ke final, antusiasme warga tetap terasa. Ruang-ruang publik yang sebelumnya dipenuhi pendukung sepak bola tetap menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk merayakan Hari Nasional dan menunjukkan kebanggaan mereka terhadap negara.

Sejak pagi, jalanan Paris telah dipadati warga yang ingin menyaksikan parade Hari Bastille. Deretan kendaraan militer, pasukan berseragam, hingga pesawat tempur melintas dalam upacara tersebut. Setelah parade berakhir, perhatian publik perlahan beralih ke laga penting yang menentukan nasib Prancis di Piala Dunia.

ADVERTISEMENT

Beberapa jam sebelum pertandingan dimulai, ribuan suporter mulai memadati berbagai fan zone. Mengenakan jersey tim nasional, membawa bendera Prancis, dan menyanyikan lagu-lagu dukungan, mereka menciptakan atmosfer layaknya perayaan nasional kedua.

Di tengah rangkaian acara itu, Ukraina menjadi salah satu tamu istimewa dalam parade militer Prancis. Dikutip dari AP, Rabu (15/7), Presiden Emmanuel Macron mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bersama sekitar 30 pemimpin dunia lainnya untuk menghadiri perayaan di Paris.

Kehadiran Ukraina menjadi simbol dukungan Prancis dan sejumlah negara Eropa terhadap Kyiv. Pasukan Ukraina ikut berbaris di sepanjang Champs-Γ‰lysΓ©es, sementara dua pilot Ukraina yang menjalani pelatihan di Prancis turut terbang menggunakan jet tempur Mirage 2000B bersama pilot Angkatan Udara Prancis.

Kehadiran mereka mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Sorakan paling meriah dari penonton parade bahkan diberikan kepada delegasi Ukraina, mencerminkan dukungan publik terhadap perjuangan Kyiv di tengah perang yang masih berlangsung.

Perpaduan antara kebanggaan sejarah, dukungan internasional, dan gairah sepak bola menjadikan 14 Juli sebagai salah satu hari paling berkesan bagi Prancis pada 2026. Bendera biru-putih-merah berkibar di sepanjang Champs-Elysees, dari lokasi parade militer hingga kafe, bar, dan area nonton bersama di berbagai kota.

Hari Bastille tahun ini juga menjadi panggung bagi Eropa untuk menunjukkan kekompakan dalam bidang pertahanan. Parade dibuka oleh sekitar 500 tentara dari kelompok koalisi negara-negara pendukung yang berkomitmen membantu keamanan Ukraina setelah perang berakhir.

Pasukan dari berbagai negara Eropa ikut berjalan membawa bendera nasional mereka, sesuatu yang berbeda dari tradisi parade sebelumnya.

Pesawat militer dari Jerman, Inggris, Polandia, Denmark, Yunani, Swedia, Norwegia, Spanyol, dan Italia juga ikut ambil bagian dalam pertunjukan udara.

Jumlah peserta parade mencatat rekor baru. Sekitar 7.600 personel militer ikut berbaris tahun ini, meningkat dibandingkan 5.810 tentara pada 2025.

Meski suasana penuh kegembiraan, perayaan Hari Bastille tidak berjalan sepenuhnya tanpa hambatan. Prancis yang sedang menghadapi gelombang panas ekstrem dan kebakaran hutan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Fontainebleau di selatan Paris, mengdakan acara yang disesuaikan dengan situasi masing-masing daerah.

Karena risiko kebakaran, beberapa daerah bahkan membatalkan acara kembang api dan pesta tradisional pemadam kebakaran yang biasanya menjadi bagian dari perayaan.

Hari Bastille bukan merupakan Hari Kemerdekaan Prancis, melainkan Hari Nasional yang memperingati dua peristiwa penting dalam sejarah Revolusi Prancis. Pertama adalah penyerbuan Penjara Bastille pada 14 Juli 1789 yang menjadi simbol runtuhnya kekuasaan absolut monarki. Kedua adalah Pesta Federasi pada 14 Juli 1790 yang menandai persatuan nasional setelah revolusi.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads