Gurun Mesir kembali menyimpan kejutan besar. Para arkeolog menemukan sebuah kota kuno yang terkubur di bawah pasir sekaligus makam berisi jasad dengan 'lidah emas' yang diyakini terkait ritual kehidupan setelah mati.
Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir mengutip Popular Mechanics, Kamis (16/7/2026) mengumumkan dua penemuan penting dalam waktu hampir bersamaan. Temuan pertama adalah kota dari era Bizantium abad ke-4 Masehi di wilayah Oasis Dakhla, gurun barat Mesir.
Sementara temuan kedua berupa 18 makam kuno di kawasan Marina el-Alamein, sekitar 96 kilometer di barat Alexandria. Kota Bizantium tersebut memiliki tata ruang yang teratur.
Jalan utama membentang dari utara ke selatan dan bersilangan dengan jalan timur-barat. Di dalamnya terdapat dua alun-alun terbuka, gereja bergaya basilika, menara pengawas, hingga benteng berdinding tebal.
Arkeolog juga menemukan rumah-rumah dengan aula luas dan langit-langit berkubah. Di dalamnya ada oven, dapur, serta alat penggiling makanan. Salah satu rumah yang berasal dari awal abad ke-4 diketahui milik seorang diakon bernama Tessos dan pernah digunakan sebagai gereja sebelum basilika dibangun.
Penemuan lain yang tak kalah menarik adalah koin perunggu bergambar kaisar Bizantium, koin emas dari masa Kaisar Romawi Constantius II, serta sekitar 200 pecahan tembikar bertuliskan bahasa Koptik dan Yunani.
Tulisan itu mencatat transaksi, surat-menyurat, dan kehidupan sehari-hari masyarakat saat itu. Di lokasi berbeda, para peneliti menemukan 24 lembar emas tipis yang ditempatkan di dalam mulut jenazah.
Benda ini dikenal sebagai 'lidah emas' dan dipercaya menjadi simbol kemampuan berbicara di alam baka. Salah satu lembar emas bahkan menampilkan simbol Mata Horus yang melambangkan perlindungan dan kemakmuran.
Dari 18 makam yang ditemukan, 11 dipahat langsung ke batu dengan kedalaman hingga delapan meter di bawah permukaan tanah. Tujuh makam lainnya dibangun menggunakan batu kapur di atas permukaan tanah.
Sejumlah artefak ikut ditemukan, mulai dari sarkofagus granit sepanjang sekitar 2,4 meter berisi kerangka manusia, patung dewi Aphrodite yang belum selesai dibuat, ukiran batu kapur seorang pria memegang burung, hingga sphinx dari plester.
Situs Marina el-Alamein sendiri diduga merupakan kota pelabuhan Yunani-Romawi kuno bernama Leukaspis yang berkembang sejak abad ke-2 sebelum Masehi hingga abad ke-4 Masehi. Perbedaan gaya pemakaman di sana menunjukkan adanya pembagian kelas sosial dalam masyarakat kuno tersebut. Penemuan ini kembali menegaskan bahwa gurun Mesir masih menyimpan banyak rahasia sejarah yang belum terungkap.
(ddn/ddn)