Turis Tewas Digigit Ular Saat Nonton Pertunjukan di Mesir

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Turis Tewas Digigit Ular Saat Nonton Pertunjukan di Mesir

Bonauli - detikTravel
Selasa, 28 Apr 2026 14:13 WIB
Ular mencari perlindungan di area yang tenang dan gelap. Periksa setiap sudut rumah yang berantakan dan gelap, apalagi menyimpan terlalu banyak tumpukan, karena bisa menjadi tempat persembunyian ular.
Foto: Unsplash/Avinash Uppuluri
Kairo -

Seorang turis mengakhiri liburan dengan duka. Ia meninggal saat berada di sebuah pertunjukan ular di Mesir.

Pria berusia 57 tahun itu berasal dari Jerman. Ia liburan ke Mesir pada awal April. Turis yang tak disebutkan identitasnya menginap di hotel Hurghada dengan tujuan liburan pantai populer di Laut Merah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia kemudian mengisi salah satu aktivitasnya dengan menonton pertunjukan ular. Selama pertunjukan, pengunjung diizinkan untuk memegang reptil dan bahkan melilitkannya di leher mereka, seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (28/4/2026).

Namun, seorang pawang ular dilaporkan membiarkan salah satu hewan, yang diduga adalah kobra, merayap ke kaki celana turis tersebut. Reptil itu kemudian menggigit pria tersebut di dekat bagian atas kakinya.

ADVERTISEMENT

Petugas medis darurat berusaha untuk menyelamatkan pria tersebut sebelum membawanya ke rumah sakit, di mana ia kemudian meninggal. Korban berasal dari distrik UnterallgΓ€u di Bavaria dan sedang berlibur bersama dua kerabatnya.

Polisi dan jaksa Jerman sedang menyelidiki kematiannya dan menunggu hasil tes toksikologi. Pihak berwenang Mesir, ketika dihubungi, menyatakan mereka tidak mengetahui insiden tersebut.

Pertunjukan ular di Mesir merupakan sebuah atraksi memukau yang memadukan warisan mistis masa lalu dengan hiburan adrenalin bagi para wisatawan modern. Di tengah suasana yang sunyi namun tegang, seorang pawang biasanya akan berhadapan langsung dengan kobra Mesir yang tegak berdiri, menciptakan semacam "dialog" visual melalui gerakan tangan yang presisi untuk memikat perhatian sang reptil.

Keahlian ini bukan sekadar keberanian, melainkan bentuk penguasaan diri yang telah diwariskan turun-temurun, di mana setiap gerakan ritmis sang pawang seolah mengunci gerakan ular tersebut di depan penonton yang terpaku.

Meski kini sering ditampilkan di hotel-hotel mewah dengan iringan musik atmosferik, pertunjukan ini tetap membawa esensi kuno tentang hubungan manusia dengan alam liar yang berbahaya, menjadikannya salah satu pengalaman budaya yang paling berkesan sekaligus mendebarkan di negeri piramida tersebut.




(bnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads