Bagi Anda yang ingin berlibur dengan nuansa pantai berpasir putih dan lautan biru, Raja Ampat adalah tempatnya. Selain itu, Anda juga bisa menghabiskan waktu di dunia bawah lautnya. Ada terumbu karang dan ikan-ikan yang cantik di bawah airnya.
Dikenal sebagai gugusan terumbu karang terbaik di dunia, Raja Ampat layak disebut sebagai surga bawah laut. Raja Ampat adalah rumah bagi 540 jenis karang, 1.511 spesies ikan, serta 700 jenis moluska. Dengan kekayaan tersebut, Anda akan terhipnotis oleh dunia bawah lautnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Manta Point misalnya, Anda harus menyelam lebih dari 10 meter untuk bertemu ikan manta yang besar. Anda akan turun ke dasar lautnya dan melihat ikan-ikan manta berenang-renang di atas Anda. Cantik!
Berbeda dengan di Waiwo, di sini Anda bisa bertemu hiu karpet yang unik. Dinamakan hiu karpet karena bentuknya yang seperti karpet. Selain motif kulit yang menyerupai karpet, keunikan lain dari hiu karpet adalah bagian mulutnya yang memiliki rumbai-rumbai. Persis seperti pinggiran karpet!
Bagi Anda yang tidak memiliki lisensi menyelam, jangan kuatir. Anda masih bisa melakukan snorkeling dan berenang di lautnya. Cukup dengan snorkeling, Anda sudah bisa mengintip dunia bawah laut Raja Ampat yang penuh warna.
Saat snorkeling, Anda bisa melihat ikan-ikan laut berwarna-warni seperti ikan nemo, terumbu karang yang memiliki bentuk beragam, kerang dan bintang laut, serta biota-biota laut yang sungguh unik. Anda pun bisa merasakan terumbu karang yang sedang bernafas saat Anda berenang di atasnya, rasanya hangat!
Puas bermain air, pasir putih di pantai siap menjadi alas Anda untuk beristirahat. Lautannya yang jernih di depan mata menjadi pemandangan spesial dari Raja Ampat. Ayo, siapkan tabungan Anda dan berkenalan dengan penghuni bawah laut Raja Ampat.
(aff/shf)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Investor Serbu Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Kita Adalah Jogja, Bukan Bali
Tragedi Papua, Penerbang Senior Angkat Bicara soal Risiko Terbang di Daerah Rawan