Bukan karena dekat dengan Pantai Kuta di Bali, dinamakan Kampung Kuta karena lokasinya yang berada di lembah sedalam 75 meter. Desa adat yang masih bertahan di Desa karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Ciamis ini masih sangat memperhatikan kehidupan tradisionalnya.
Mengutip situs resmi Dinas Pariwisata dan Budaya Jawa Barat, Senin (30/7/2012), Kampung Kuta dikelilingi oleh pagar alam berupa tebing dan perbukitan. Oleh sebab itu, kampung adat nan alami ini dinamakan sebagai Kampung Kuta yang berarti pagar tembok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap orang yang ingin memasuki Kampung Kuta tidak diperkenankan menggunakan alas kaki. Perilaku unik ini sebagai tanda penghormatan mereka terhadap hutan. Tujuan lain yang memembuat mereka memberlakukan ini ialah untuk menjaga kelestarian alam agar tidak tercemar.
Saat kaki ini melangkah memasuki Kampung Kuta, di sekitarnya masih terlihat pohon-pohon besar masih berdiri kokoh di Leuweung Gede. Angin sejuk pun menyapa kedatangan wisatawan.
Suasana bersih, nyaman, tentram, sejuk, alami, dan masih hijau, itulah Kampung Kuta. Bangunan-bangunan di Kampung Kuta terbuat dari anyaman bilik bambu dan beratapkan daun rumbia. Semuanya tertata rapih, tidak ada yang berantakan atau sampah yang bereceran.
Traveler akan merasakan sensasi berbeda saat menjalani kehidupan di Kampung Adat yang masih sangat asri dan alami. Masyarakat Kampung Kuta sebenarnya lebih tepat dijuluki sebagai komunitas yang terikat adat.
Penduduk asli Kampung Kuta sama halnya dengan sebuah komunitas. Hanya saja, mereka yang tinggal di kampung ini terikat dengan sejumlah peraturan adat. Meskipun begitu, mereka sudah mengenal dan menyukai hiburan berupa kesenian tradisional atau modern. Kesenian-kesenian ini pun biasanya akan dipertunjukan ketika ada salah satu anggota adat yang mengadakan selamatan atau hajatan.
Wisatawan bisa melihat kecantikan alami Kampung Kuta dengan menempuh jarak sekitar 34 km dari Ciamis menuju utara. Pelancong bisa menggunakan angkutan umum sampai Kecamatan Rancah. Selanjutnya, dengan menggunakan ojek Anda harus melewati jalan yang berkelok dengan tanjakan yang curam.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Investor Serbu Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Kita Adalah Jogja, Bukan Bali
Perlu Diperhatikan, Wisatawan Tak Boleh Sembarangan Makan di Jalanan Italia