Sumatera Barat memiliki destinasi wisata yang tak pernah habis. Selain Ngarai Sianok, Lembah Harau, atau Cubadak, cobalah mampir ke Lubang Mbah Soero di Sawahlunto. Anda bisa mencoba berwisata menelusuri tambang batu bara.
Berada di pusat Kota Sawahlunto, objek wisata ini sering dikunjungi wisatawan, apalagi turis Belanda. Lubang ini merupakan tempat untuk menambang batu bara yang sejak zaman dulu telah digunakan oleh kolonial Belanda. Mereka mempekerjakan 'orang rantai', yaitu para tahanan politik Belanda, untuk menggali batu bara di dalam tanah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memasuki lubang ini, ada peraturan-peraturan yang harus Anda taati. Peraturan tersebut adalah mengenakan sepatu boot dan memakai helm yang disediakan, tidak membawa pemantik api, dan bagi wanita yang sedang haid dilarang masuk.
Dengan arsitektur dan tiang-tiang penyangga yang masih asli, Anda akan merasakan atmosfer para pekerja tambang. Tenang saja, ada lampu-lampu serta CCTV (kamera pengintai) yang akan memberikan keamanan selama perjalanan. Selain itu, juga ada ventilasi untuk saluran udara yang memadai.
Saat memasuki Lubang Mbah Soero, Anda akan merasakan hawa yang dingin dan merasakan air yang menetes dari langit-langit. Berhati-hatilah saat melangkah, karena tangganya cukup licin.
Batu bara tersebut akan Anda jumpai selama perjalanan, baik di kiri-kanan atau pun atas-bawah. Arsitektur batu yang kasar dan baunya yang khas merupakan keaslian batu bara tersebut.
Anda dapat berfoto di dalamnya dan menelusuri lubang yang bersejarah bagi Sawahlunto. Lubang Mbah Soero merupakan destinasi yang unik dan sekaligus merinding untuk dikunjungi. Dengan tiket Rp 8.000 saja, Anda dapat menelusuri harta karun Sawahlunto ini. Batu baranya masih berlimpah hingga sekarang. Wah!
(aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka