Dari hari Selasa (28/8/2012), detikTravel, beberapa media dan blogger diundag Hong Kong Tourism Board untuk menikmati suasana liburan di sana. Karena rombongan, kami menggunakan mobil sebagai akomodasi. Namun, mobil elf yang bermuatan 12 orang ini membuat saya tersenyum-senyum sendiri.
Masalahnya, pengemudi yang bernama Mr Law, sangat baik dengan pengendara lain. Ia tak pernah memaksa untuk menyalip dan bisa dengan senang hati memberikan jalan kepada mobil lain. Laju kendaraan pun sangat stabil. Sayangnya, Mr Law tidak bisa berbahasa Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua mobil wisata seperti ini hanya boleh memiliki kecepatan rata-rata 70km/jam, di manapun," ujar Carolus.
Pantas saja perjalanan berjalan lancar dan menyenangkan sedari tadi. Mr Law jarang sekali mengerem secara mendadak, malah, ia sepertinya tidak pernah mengerem secara mendadak. Carolus kembali menjelaskan, kecepatan rata-rata di kota ini berkisar dari 60km/jam hingga 110 km/jam.
Saat di jalan tol, kecepatan kendaraan bisa hingga 110 km/jam. Namun saat masuk highway, mereka hanya boleh ngebut sampai 80 km/jam. Beda lagi dengan jalan di bawah tanah dan jalan biasa, kecepatan maksimalnya adalah 60 km/jam.
Sisi baik dari kota ini adalah, kebanyakan pengguna jalan mematuhi peraturan tersebut. Ini tentu membuat jalan lebih teratur dan pengemudi serta penumpangnya makin nyaman. Termasuk saya, yang merupakan pelancong, turut senang dengan sistem berkendara di sini.
Oh ya, makan dan minum tidak diperbolehkan di mobil wisata. Jangan harap bisa masuk ke mobil jika masih memakan eskrim atau cemilan. Satu-satunya minuman yang boleh diminum saat berada di dalam mobil hanya air mineral.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?
Bayangkan Hidup Tanpa Matahari: Kisah Desa dengan Hujan 'Abadi'