Pada tanggal 13 Januari 2012 lalu, sebuah kapal pesiar bernama Costa Concordia kandas di lepas pantai Italia. Kapal tersebut tenggelam sebagian badannya setelah menghantam karang di Tuscsan dekat Pulau Giglio, Italia. Karang tersebut merobek lambung kapal saat ingin bersandar di pelabuhan.
Seketika air masuk dan membanjiri ruang mesin. Mesin penggerak rusak dan listrik padam di kapal yang mengangkut 4.299 orang termasuk 3.000 orang turis dan lebih dari 1.000 awak kapal ini. Kemudian hingga saat ini Costa Concordia 'parkir' di dekat pulau di sebelah barat Italia tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan jumlah pengunjung tersebut juga disampaikan oleh Wali Kota Giglio, Sergio Ortelli. "Telah terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang datang setiap harinya. Mereka nampak penasaran dengan kapal besar yang terjungkal di antara bebatuan," ungkap Sergio Ortelli yang dikutip detikTravel dari Amusing Planet, Rabu (12/9/2012).
Banyak agen wisata di Italia menggembor-gemborkan paket perjalanan tersebut. Dengan membayar tiket sebesar 10 Euro atau sekitar Rp 123.000, Anda akan diajak jalan-jalan sambil mengenal sejarah kapal dan beberapa spot di sekelilingnya.
Para wisatawan tampak antusias dan terheran-heran dengan kapal Costa Concordia. Sebabnya, kapal pesiar tersebut hanya tenggalam sebagian badannya. Bagian badan lainnya terlihat masih utuh di permukaan air.
Operasi penyelamatan bangkai kapal juga sudah menjadi wacana. Lambung kapal yang bocor akan segera ditambal. Kemudian kapal akan diangkat menggunakan pelampung raksasa agar mudah ditarik ke tepi laut. Namun, rencana ini dinilai tidak mudah. Dibutuhkan waktu setidaknya 7 sampai 10 bulan untuk mengeksekusi kapal.
Setelah kapal berhasil ditarik, nantinya wisatawan pasti akan berkurang drastis. Tapi, selama kapal masih teronggok di antara karang, Anda punya kesempatan untuk datang menyaksikannya.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Investor Serbu Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Kita Adalah Jogja, Bukan Bali
Cerita Pilot Wanita Garuda Terbangkan Bryan Adams dan Diundang ke Konsernya