Salah satu pantai keren adalah Sulamadaha, yang bisa dicapai 45 menit naik mobil dari pusat kota Ternate. Ternate merupakan satu pulau di Provinsi Maluku Utara, yang rempah-rempahnya menarik hati Portugis di zaman baheula. Ternate juga pernah menjadi ibukota Malut, sebelum pindah ke Sofifi di Pulau Halmahera, pulau terbesar di Malut. Ternate merupakan kota teramai di Malut.
Sebagaimana pantai di Indonesia Timur, Pantai Sulamadaha sangat jernih. Kaki yang melangkah ke air laut di bibir pantai akan terlihat jelas, saking jernihnya air. Karang-karang kecil warna putih bertebaran di salah satu sudut. Karang itu menjadi daya tarik pantai ini sehingga memungutnya untuk suvenir adalah suatu larangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiba di lokasi pantai, pelancong harus berjalan kaki naik-turun menyusuri jalan kecil yang telah dibeton untuk menuju sisi favorit pantai yang landai. Selama perjalanan, pelancong disuguhi pemandangan ciamik. Pulau Hiri -yang terletak di seberang Ternate- bisa dilihat dari pantai ini sehingga mempercantik pemandangan. Dahsyatnya pemandangan membuat jalan kaki 15 menit ini tidak terlalu terasa.
Setiba di sisi favorit pantai, kita bisa terjun langsung ke pantai sekadar merendam kaki atau menyelam. Berenang dan berperahu dengan kapal kecil juga oke. Tersedia sewa ban besar untuk main air dengan harga Rp 5.000 dan sewa kano kecil Rp 30 ribu untuk menyusuri pantai. Ada juga sewa kacamata snorkeling.
Setelah puas berkecipak, kita bisa duduk-duduk di warung yang menghadap pantai. Warung penduduk menawarkan kelapa muda dan keripik pisang bulu bebek yang dicocolkan ke sambal.
Pisang bulu bebek merupakan jenis pisang berukuran panjang dan ramping, setebal jari tengah. Warna daging mentahnya kemerahan. Setelah dijadikan keripik dan dicocol sambal cabai khas setempat, rasanya ... bikin kangen!
Ketika detikTravel menyambangi pantai itu Kamis (13/9/2012) pantai terlihat sepi. Warung yang buka pun hanya satu. Menurut Udi, warga setempat, pantai yang selalu tenang itu ramai di hari Minggu saja.
Dia juga menambahkan, menurut cerita rakyat setempat, pantangan di pantai itu adalah makan nasi kuning. "Kalau ada yang makan nasi kuning ombak tinggi akan datang," kisahnya.
(fay/sst)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar