Pada masa pemerintahan Kerajaan Karangasem, Raja Anak Agung Gede Ngurah sering naik ke Gunung Rinjani guna melakukan ritual Mulang Pekelem. Raja melakukan ritual ini untuk meminta hujan.
Raja bersama tangan kanan dan prajuritnya mendaki Gunung Rinjani hingga mencapai Danau Segara Anakan. Sesampainya di sana, Sang Raja menaruh sesajian di danau sebagai pemohonan untuk meminta hujan. Namun sayang, saat umur semakin bertambah, raja pun tak sanggup lagi mendaki gunung. Raja yang tak kehabisan akal membangun Taman Narmada sebagai replika Gunung Rinjani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di antara tiga kolam di sana, kolam yang paling kanan inilah yang paling besar. Ternyata, itulah replika Danau Segara Anakan. Karena hanya replika, luas danau buatan ini pun mencapai 100 kali lebih kecil dari danau aslinya. Menurut Agus Budi, pemandu detikTravel di kolam inilah, Sang Raja melakukan ritual saat ia sudah terlalu tua untuk mendaki gunung.
Ritual yang diadakan setiap bulan purnama ke-5 ini terus berlanjut hingga kini. Meski sudah tidak ada kerajaan, ritual Mulang Pekelem sudah jadi tradisi masyarakat di sana. Setiap bulan purnama kelima, masyarakat berbondong melakukan ritual meminta hujan dengan prosesi sama yang dilakukan oleh raja. Seringnya, hujan akan langsung turun setelah prosesi ini dilakukan.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Parah Banget! Turis Thailand Jadi Korban Maling di Bromo, 7 Koper Hilang
Investor Serbu Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Kita Adalah Jogja, Bukan Bali
Tragedi Papua, Penerbang Senior Angkat Bicara soal Risiko Terbang di Daerah Rawan