Selat Pantar adalah sebuah selat yang berada di antara Pulau Alor dan Pulau Pantar di Kepulauan Alor, Nusa Tenggara Timur. Dilongok dari situs resmi pariwisata Indonesia, Selasa (2/10/2012), Selat Pantar disebut-sebut sebagai salah satu spot diving paling indah di Indonesia.
Selat ini memiliki karakteristik dan keindahan yang unik perpaduan antara perairan Australia dan Indonesia. Alhasil, tersajilah aneka biota laut yang cantik di dalamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Betapa tidak, para penyelam tidak akan mengarungi indahnya alam bawah laut Pantar sendirian, tetapi juga dengan ikan beraneka warna dan ikan mola-mola yang lucu dan berbentuk aneh. Menarilah bersama, dan rasakan menjadi penghuni alam bawah laut Pantar meski hanya sesaat.
Tidak hanya aneka ikan lucu, menyelam di bawah laut Selat Pantar, Anda akan dibuat terkesima dengan tebing dan jurang taman bawah laut Pantar. Bagaikan karpet alam bawah laut, terumbu karang aneka warna terhampar luas di dasar laut Pantar.
Memang tak salah jika Selat Pantar disebut sebagai bibitnya surga penyelaman di Indonesia. Kalau dihitung, selat ini memiliki 26 titik penyelaman, di antaranya Half Moon Bay, Peter's Prize, Crocodile Rook, Cave Point, The Edge, Coral Cliffs, Baeylon, The Arch dan The Ball. Titik yang paling menarik untuk dicoba adalah Shark Close.
Di Shark Close, Anda tidak hanya bisa menikmati keindahan terumbu karang tapi juga bisa berjumpa dengan lumba-lumba abu-abu yang merupakan salah satu spesies langka. Selain itu, titik penyelaman ini semakin menarik karena dijadikan tempat berkumpulnya ikan hiu. Tak perlu kuatir jika Anda bertemu dengan hiu, karena hiu ini sangat bersahabat dengan para penyelam.
Nah, untuk penyelam yang senang menantang adrenalin, bisa mencoba menyelam di perairan sekitar Jahe Papa. Di sini, Anda bisa merasakan sensasi seru melihat biota laut yang menawan lewat penyelaman malam hari.
Untuk mencapai Selat Pantar, Anda bisa menyeberang menggunakan kapal feri dari Kupang ke Larantuka. Waktu tempuh yang dihabiskan sekitar 12-13 jam. Dari Larantuka, perjalanan dilanjutkan ke Pelabuhan Laut Kalabahi dengan perahu kayu, sekitar 1 jam. Jangan takut soal akomodasi, di Kepulauan Alor sudah banyak tersedia penginapan dan rumah makan.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Investor Serbu Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Kita Adalah Jogja, Bukan Bali
Penerbangan Super Air Jet ke Bali Delay 5 Jam, Ini Penjelasan Maskapai