Biasanya festival identik dengan suasana seru dan menyenangkan. Namun, jangan pernah berharap suasana seperti ini bisa Anda temukan dalam festival yang bernama La Fiesta de Santa Marta de Ribarteme. Las Nieves, Galicia, sebuah kota kecil yang terisolir di barat laut Spanyol-lah yang punya tradisi unik ini.
La Fiesta de Santa Marta de Ribarteme akan digelar setahun menjelang kematian seseorang. Dikutip dari situs Lonely Planet yang detikTravel kunjungi, Rabu (3/10/2012), festival ini biasa digelar pada tanggal 29 Juli. Festival aneh ini memang sudah menjadi tradisi dan kebudayaan lokal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun festival ini menarik perhatian wisatawan, tetap saja ada yang menganggap La Fiesta de Santa Marta de Ribarteme tidak layak untuk diadakan. Pihak-pihak yang tidak menyetujui mengaggap festival ini merupakan perayaan yang melebihi kekuasaan Tuhan.
Mereka yang mengambil andil dalam festival ini sudah dianggap bermain-main dengan takdir kematian. Bahkan, pemuka agama di Las Nieves sebenarnya sudah melarang La Fiesta de Santa Marta de Ribarteme. Akan tetapi, kepercayaan, kebudayaan, dan kebiasaan masyarakatnya yang kuat mengalahkan teori-teori para pemuka agama tersebut.
Hingga akhirnya, ribuan orang selalu datang berkumpul di tepi jalan untuk menyaksikan festival yang unik dan aneh ini. Biasanya pada tanggal 29 Juli, masyarakat Las Nieves dan turis asing sudah mulai memadati sudut-sudut kota pada pukul 10.00 waktu setempat.
Suasana duka pun terasa saat festival ini mulai dilaksanakan. Keluarga serta kerabat peserta festival tersebut tampak sangat bersedih. Mereka juga turut mengusung peti keliling kota. Peserta terus diarak sampai pada Saint Marta de Ribarteme, patung pelindung kebangkitan yang berada di tengah kota.
Tepat pada tengah hari, peserta kemudian dibawa untuk masuk ke dalam sebuah gereja. Pengeras suara juga digunakan agar masyarakat di luar gereja bisa mendengar prosesi yang dilakukan di dalam gereja hingga lonceng berdentang pada sore hari.
Seramnya, masih berbaring di dalam peti mati, peserta kembali diarak menuju pemakaman kota. Keluarga dan saudara juga menyerukan kata-kata yang menyeramkan, "Virgin Santa Marta, star of the North, we bring you those who saw death (bintang utara, kami membawa orang-orang yang melihat kematiannya untuk Anda-red)."
Seruan ini pun kembali disambut dengan kata-kata yang sama. Tak jarang dari mereka yang menyaksikan festival ini, merasa gemetar.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?