Nama resmi bangunan ini adalah Nippon Denpato. Desain menaranya mirip seperti Menara Eiffel di Paris. Bahkan lebih tinggi hampir 33 meter dibanding Menara Eiffel. Fungsi awalnya juga sama, yaitu sebagai sebagai pemancar radio (dan televisi) hingga jangkauan mencapai radius 100 km. Namun bangunan tersebut sekarang sudah tidak difungsikan seperti fungsi semula, hanya digunakan untuk obyek wisata.
Dengan berat mati 4.200 ton, Tokyo Tower dirancang tahan menahan guncangan gempa hingga kekuatan hingga kekuatan 9,5 SR. Maklum Jepang adalah kawasan rawan gempa berskala besar. Tokyo Tower bagian atas dirancang tahan terhadap hembusan angin kencang berkecepatan 100 m per detik, sedangkan bagian bawah tahan terhadap angin berkecepatan 80 m per detik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tokyo Tower terlihat kokoh di tengah Kota Tokyo. Pemerintah Jepang merancang secara khusus untuk menonjolkan bangunan tersebut dengan mengatur bangunan di sekelilingnya lebih rendah, sehingga Tokyo Tower bisa dilihat dari berbagai titik pandang. Menara ini diberi warna oranye dan dipadu warna putih. Selain untuk memenuhi peraturan keselamatan penerbangan, pilihan warna itu juga semakin menonjolkan Tokyo Tower.
Jika cuaca baik, pengunjung bisa naik ke lantai paling atas, setinggi 250 meter. Namun jika cuaca kurang mendukung, pengunjung akan dibawa naik di lantai khusus untuk pengamatan di lantai bawahnya yang berketinggian 150 meter. Sedangkan di lantai bawah, pengunjung akan disuguhi foto-foto yang merekam kejadian tsunami besar yang menimpa Fukushima pada tahun 2011 lalu.
Seluruh dinding lantai ini terbuat dari kaca sehingga sejauh pengunjung berkeliling, akan bisa menikmati Kota Tokyo dari ketinggian. Pengunjung dibebaskan mengambil gambar di lantai ini.
Hal yang cukup mengesankan di lantai 150 meter ini adalah terdapat lantai kaca tembus pandang selebar 100x80 cm. Di lantai tersebut pengunjung dipersilahkan duduk atau berdiri di atasnya sembari melihat pemandang di dasar menara. Meskipun lantai kaca tebal dengan pengaman otot baja tersebut dijamin kuat, namun tak sedikit pengunjung yang tidak berani berada di atasnya.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Parah Banget! Turis Thailand Jadi Korban Maling di Bromo, 7 Koper Hilang
Investor Serbu Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Kita Adalah Jogja, Bukan Bali
Tragedi Papua, Penerbang Senior Angkat Bicara soal Risiko Terbang di Daerah Rawan