Hiii! Thailand Punya Festival Hantu
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Hiii! Thailand Punya Festival Hantu

- detikTravel
Rabu, 10 Okt 2012 08:32 WIB
Hiii! Thailand Punya Festival Hantu
Festival hantu ini dimulai menunggu bisikan gaib (cnngo.com)
Dan Sai - Sesaat bulu kuduk pengunjung berdiri saat melihat festival yang ada di Thailand. Nuansa berbalut mistis kental terasa di sana. Ada banyak orang mengenakan kostum hantu raksasa menari menghibur pertonton. Inilah Phi Ta Khon atau Festival Hantu di Thailand.

Mungkin Anda bertanya-tanya, apakah Phi Ta Khon? Ini adalah festival hantu yang sangat terkenal di Thailand dan rutin digelar setiap tahun. Biasanya dilaksanakan di Dan Sai, Provinsi Loei, Thailand, seperti yang diintip dari situs resmi pariwisata Thailand, Rabu (10/10/2012).

Tidak bisa dipungkiri, Phi Ta Khon memang sangat mistis. Betapa tidak, mulai dari awal hingga akhir festival segala hal yang berbau klenik begitu jelas terlihat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayangkan, untuk menentukan waktu penyelenggaraan festival saja harus menunggu bisikan gaib dulu. Ya, semua harus disesuaikan dengan bisikan gaib, bahkan pemerintah Thailand saja tidak menyebut tanggal pasti. Mereka hanya menyebut bulan pelaksanaan antara Maret-Juli. Yang pasti, perayaan festival ini diselenggarakan selama 3 hari.

Lalu muncul pertanyaan, siapa sih yang berperan mencari bisikan gaib? Paranormal desalah jawabannya. Mereka akan bersemedi dan menunggu kemasukan arwah. Nah, saat itulah paranormal secara tak sadar akan menyebutkan kapan festival digelar.

Usut boleh usut, Festival Hantu ini awal mula digelar untuk menyambut Pangeran Vessandorn yang dianggap reinkarnasi Buddha. Saat itu semua orang begitu bergembira. Bahkan, saking gembiranya, orang-orang yang telah meninggal dipercaya mereka sampai bangkit kembali. Seolah tak mau ketinggalan suka cita, orang-orang yang sudah meninggal ini ikut berpesta di dalam festival.

Berdasar dari sejarah itulah, Festival Phi Ta Khon menampilkan orang-orang berkostum hantu dan menggunakan topeng kayu. Mereka pun menggoyang-goyangkan tubuh, menari ikuti irama. Yang membuat seram dan bulu kuduk bergidik adalah ukiran wajah yang menyeramkan.

Setelah acara di hari pertama selesai, festival lanjut di hari kedua. Di hari kedua warga desa beribadah di kuil. Kemudian dilanjutkan dengan bermain kembang api, dan lomba menari.

Tidak sampai di situ, masih ada hari terakhir festival. Di hari ketiga, warga desa kembali datang ke kuil untuk menghormati Buddha, lantas warga bersilaturahmi dengan para bhiksu.

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads