detikTravel merasakan langsung pengalaman ini saat mengikuti kegiatan Asean Weekly Committe di kota Sakai, Jepang, Senin (15/10/2012). Semua proses bisa dipelajari, dari awal pembuatan hingga bagian saat dimasak menjadi hidangan.
Untuk mie soba, para turis bisa merasakan langsung sensasi membuat mie di pabrik yang terletak di 3-2-13 Kitahanada Guchicho, Sakai-ku, Sakai, Jepang. Biaya untuk ikut belajar membuat mie soba hingga memakannya cukup membayar 2.000 yen saja (Rp 241.000).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, sang sensei akan langsung membawa kita ke ruangan pembuatan mie. Dia akan memberikan soba yang sudah dihaluskan dan dicampur dengan tepung untuk dioleh menjadi mie.
Pembuatannya ternyata cukup sulit. Pertama, masukkan tepung dan soba yang sudah dicampur. Kemudian tambahkan air sedikit dan aduk-aduk dengan tangan hingga bercampur.
Setelah warnanya terlihat bercampur dan agak pucat, maka adonan harus ditekan hingga halus. Lalu, dibentuk dan diratakan dengan penggulung hingga ketebalannya mencapai satu biji koin 10 yen Jepang.
"Itu sekitar 0,5 cm," kata Hisanori Kato, penerjemah sekaligus pemandu kami.
Saat adonan semua sudah halus dan ketebalannya sempurna, maka bisa dilipat menjadi empat bagian. Setelah itu, baru dipotong dengan pisau khusus.
"Teknik memotongnya pun tidak bisa sembarangan. Harus tipis-tipis dan rapih," ucap Kato.
Mie yang sudah dipotong kemudian ditiriskan agar terpisah dari tepung. Setelah itu, baru bisa direbus untuk menjadi hidangan enak.
Untuk memasaknya juga ada cara khusus. Mie soba harus direbus selama satu menit saja. Tidak boleh kurang atau terlalu lama. Bila mie sudah mengambang harus segera diangkat, lalu ditiriskan. Bila Anda menyukai mie soba dingin, maka bisa langsung memasukkannya ke dalam panci berisi es. Apabila hangat, mie soba dapat dijadikan campuran sup.
Mie yang dingin bisa dimakan dengan kecap Jepang dan makanan pendamping lainnya seperti tempura atau sushi. "Cara makannya, mie harus dimasukkan setengah ke saus, lalu dihisap sampai bunyi di mulut," tutur Kato. Lezat!
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?
Turis Adu Jotos di Kereta gegara Persoalan Sepele, Penumpang Lain Kena Imbas