Mengintip Dewa-dewa Dimandikan di Glodok, Sambut Imlek

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mengintip Dewa-dewa Dimandikan di Glodok, Sambut Imlek

- detikTravel
Selasa, 05 Feb 2013 08:19 WIB
Mengintip Dewa-dewa Dimandikan di Glodok, Sambut Imlek
Patung-patung dewa yang dicuci di Klenteng Toa Se Bio (Afif/detikTravel)
Jakarta - Klenteng Toa Se Bio di Glodok, Jakbar, sedang mempercantik diri untuk menyambut Imlek. Selain menghias dan mengganti cat yang mulai pudar, patung-patung dewa pun dimandikan sampai mengkilap di sini. Yuk kita intip!

Klenteng Toa Se Bio dapat menjadi tempat Anda untuk merayakan Imlek yang jatuh pada tanggal 10 Februari nanti. Klenteng ini terletak di kawasan Petak 9, tepatnya di Jl Kemenangan II No 48, Glodok, Jakarta Barat. Saat detikTravel berkunjung ke sini, Senin (4/2/2013) sore, pengurus dan beberapa masyarakat sekitar terlihat sibuk sedang mencuci patung-patung dewa.

"Cuci patung dewa ini namanya I Fuo, I itu mandi dan Fuo itu dewa. Ini tradisi sudah sejak lama dan hanya dilakukan sekali dalam setahun, ya saat ini, saat menjelang Imlek," kata penjaga klenteng, Hartanto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hartono juga menambahkan, yang bertugas untuk mencuci patung-patung dewa adalah kewajiban pengurus. Baru setelah itu, umat yang datang dan mau membantu juga dipersilakan. "Sebelum orang itu mencuci patung, biasanya sembahyang terlebih dulu, lalu dari semalam sampai saat menyuci harus vegetarian, tidak boleh makan daging," tambah Hartono menjelaskan.

"Setelah naik ke atas dan menghadap Tuhan selama satu Tahun, para dewa dibersihkan dengan dicuci seperti ini," lanjut Hartono menjelaskan.

Semua patungnya pun dicuci hingga bersih dan mengkilap. Air yang digunakan saat proses menyuci patung juga bukan air biasa, melainkan air yang sudah didoakan dan diberi kembang.

"Ada berapa patung di sini? Wah, ratusan mas, saya saja tidak hafal kalau menyebutkan satu persatu," ungkap Hartono.

Selain memandikan patung dewa, Klenteng Toa Se Bio pun juga dibersihkan dan dihias. Tembok-tembok yang warnanya sudah pudar, dicat dengan yang baru. Lampion-lampion pun juga digantung di langit-langit. Warna merah pun mendominasi tiap sudut ruangan.

Selain dicuci, patung-patung dewa juga dihiasi dengan hiasan baju yang biasanya berwarna merah. Patung dewa pun terlihat bersih dan kinclong, tanpa noda sedikit pun yang menempel.

(aff/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads