Tim Dream Destination Papua 2 terbang untuk melihat salju di Puncak Cartenz pada Sabtu (9/3/2013) lalu. Cuaca pagi yang dingin menggigil dan cerah menyambut kami pukul 08.00 WIT di helipad Mile Post 66, Tembagapura.
Untuk terbang ke atas Cartenz kami akan memakai helikopter kecil dari Airfast. Kami harus menunggu sementara waktu, bergantian naik helikopter dengan karyawan PT Freeport Indonesia dan warga lokal Papua yang juga butuh naik helikopter ini ke tujuannya masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kami pun terbang mengudara! Headphone dipakai agar telinga tidak bising. Kapten Joko Prasetyo yang cukup senior di Airfast menjadi pilot helikopter.
Tujuan pertama adalah melintas di atas Bandara Mulu. Ini adalah bandara perintis di kawasan sangat terpencil yang sulit dijangkau. Bandara ini spektakuler, terletak tepat di atas sebuah bukit yang sangat curam. Bandara dengan landasan tanah ini hanya bisa didarati pesawat kecil jenis Twin Otter saja.
Dari situ kami terbang semakin tinggi ke atas Tambang Grasberg. Dari udara, kawah tambang raksasa yang diameternya mencapai 4 km terlihat jelas.
Wush! Helikopter kami sempat terguncang saat melewati celah gunung yang menjulang. Kami pun menuju Puncak Cartenz. Di bawah Cartenz, saya melihat Danau Larson dan Danau Biru yang menjadi jalur pendakian ke Puncak Cartenz.
Akhirnya... Helikopter kami terbang di atas Cartenz. Mendekati puncak lebih tepatnya. Kapten Joko memperingatkan sudah ada pembentukan awan di atas Cartenz, sehingga kami tidak bisa terbang lebih dekat lagi.
Salju abadi itu, menghampar putih di atas gunung berbatu di atas Cartenz. Permukaannya tampak mulus, nyaris tidak pernah ada yang menyentuhnya. Ingin rasanya menyentuh salju putih yang membayang di depan mata. Cartenz memang gagah, tak heran para pendaki dunia menghormatinya sebagai salah satu dari Seven Summits, 7 puncak tertinggi dunia.
4.884 Mdpl memang bukan ketinggian yang main-main. Pemanasan global membuat hamparan salju abadi di Puncak Cartenz menciut areanya. Tapi salju itu tetap ada di situ, menunggu para pendaki paling berani untuk datang menyentuhnya.
(fay/ptr)












































Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
DPR Pertanyakan Harga Tiket Pesawat Mahal Jelang Lebaran, Aneh Bin Ajaib