Museum Louvre dalam bahasa Prancis disebut Musee du Louvre. Terletak di pusat Kota Paris, museum ini memamerkan hampir 35 ribu benda seni dari zaman prasejarah hingga abad ke-19 di areal seluas 60.600 meter persegi. Museum ini dikunjungi oleh lebih dari 8 juta orang setiap tahun sehingga disebut-sebut sebagai museum yang paling banyak dikunjungi di dunia.
Museum ini berada di dalam Istana Louvre yang dulunya merupakan istana yang dibangun pada akhir abad ke-12 di bawah perintah Raja Philip II. Sisa-sisa benteng masih bisa dilihat di bagian bawah tanah museum. Gedung ini telah diperluas beberapa kali hingga membentuk Istana Louvre yang sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas undangan L'Oreal, detikTravel berkesempatan mendatangi museum ini di sela-sela acara penghargaan internasional L'Oreal-UNESCO For Women in Science 2013 pada 28 Maret waktu setempat.
Saat tiba di museum sekitar pukul 13.00 waktu setempat, terlihat lautan manusia telah membludak. Banyak yang berfoto-foto di areal museum. Terlebih lagi di depan piramida kaca, yang menjadi salah satu ciri khas museum kebanggaan Paris ini.
Antrean orang-orang mengular panjang dan berliku. Dengan sabar, mereka menunggu giliran untuk beringsut maju. Semua berujung ke pintu masuk di piramida kaca. Mereka yang lelah mengantre banyak yang duduk-duduk di kolam sekitar piramida kaca.
Untuk masuk ke kawasan museum memang tidak dipungut bayaran. Namun untuk masuk ke dalam museum dan melihat galeri-galeri yang berada di dalam museum, pengunjung harus membeli tiket. Namun melihat antrean yang sangat panjang, saya memutuskan untuk tidak masuk ke dalam galeri. Cukup dengan berfoto-foto di sekitar areal museum.
Museum Louvre ini dibuka secara resmi pada 10 Agustus 1793 dengan memamerkan 537 lukisan. Dikarenakan masalah struktural dengan bangunan, museum ini sempat ditutup pada tahun 1796 hingga 1801. Jumlah koleksi museum pun terus bertambah di bawah pemerintahan Napoleon, kemudian Louis XVIII dan Charles X.
Museum ini berisi lebih dari 380 ribu benda termasuk temuan arkeologi dan memamerkan sekitar 35 ribu karya seni termasuk patung, lukisan. Rata-rata sekitar 15 ribu pengunjung datang ke museum ini setiap harinya. Sekitar 65 persen di antaranya merupakan turis mancanegara.
Lukisan terkenal Mona Lisa merupakan yang paling ramai dilihat pengunjung. Museum ini menjadi kian terkenal setelah dijadikan salah satu tempat lokasi syuting film The Da Vinci Code tahun 2006. Pihak museum disebut-sebut mendapatkan uang sebesar US$ 2,5 juta dengan mengizinkan pengambilan film tersebut di galeri-galerinya.
(fay/shf)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Investor Serbu Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Kita Adalah Jogja, Bukan Bali
Cerita Pilot Wanita Garuda Terbangkan Bryan Adams dan Diundang ke Konsernya