Ketika berlibur ke Kota Solo beberapa waktu lalu, saya menginap di sebuah homestay yang berada di Kauman. Saya berbincang dengan Badru pemilik homestay tentang seluk beluk kota. Banyak pertanyaan yang saya lontarkan termasuk mengenai Pasar Triwindu ini, karena kebetulan saya tergolong penyuka barang-barang antik.
Akhirnya, saya membuat janji dengan Badru untuk datang ke pasar tersebut. Keesokan harinya, saya dan Badru pergi ke Pasar Triwindu sekaligus mengelilingi Kota Solo dengan bersepeda. Saat memasuki gerbang pasar, terlihat sepi dan belum terlihat barang-barang antik yang dipajang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benar saja, baru akan menginjakkan kaki di pasar tersebut, mata saya sedikit tergoda melihat pajangan benda-benda antik. Barang-barang ini terpampang di toko.
Kami pun masuk ke bagian depan pasar dan disambut senyuman ramah dari para penjual toko. Saya diajak berkeliling pasar dan dijelaskan mengenai benda-benda antik itu oleh Badru.
Satu per satu kami memasuki toko, barang dagangan yang dipajang tak jauh berbeda. Traveler akan menemukan banyak barang-barang antik dan kuno mulai dari koleksi kerajinan logam, benda-benda keramik, batik kuno, topeng, aksesoris wanita sampai ke lukisan yang unik.
Walaupun banyak benda-benda antik yang terlihat berantakan, para pedagang menyusun rapi barang dagangannya agar pengunjung tetap nyaman berada di sana. Tak hanya saya yang merasa jatuh cinta ketika berada di sana. Banyak juga pengunjung lain yang juga membeli barang-barang antik tersebut untuk dibawa pulang. Namun, ada juga pengunjung lain yang singgah untuk memotret suasana dari berbagai sisi.
Saya juga sempat berbincang dengan salah satu pemilik toko. Saya bertanya darimana asal barang-barang itu. Ternyata, mereka mendapat barang-barang antik itu dari beberapa orang yang menjual barang kuno. Mereka juga mengambil barang itu dari beberapa pengrajin yan ada di Kota Solo.
Dijamin traveler akan jatuh cinta melihat barang-barang antik setelah masuk ke dalam pasar. Harga jual barang yang ditawarkan di pasar itu mulai dari Rp 500 sampai jutaan rupiah bercampur jadi satu. Tinggal sesuai selera Anda mau membeli barang yang disukai.
(ptr/ptr)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
Penundaan Massal di Bandara-bandara AS, Ada Apa?