Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 17 Jun 2013 09:39 WIB

DESTINATIONS

Pantai Rahasia di Bali: Pantai Pandawa

detikTravel
Pantai Pandawa dengan air biru jernih (Ferdinan/detikTravel)
Badung - Bosan ke Pantai Kuta, Bali yang terlalu ramai wisatawan? Silakan coba pantai rahasia di Kuta Selatan, misalnya Pantai Pandawa. Pasir putih dan nelayan mencari rumput laut, tempat ini pas untuk menyepi dari bisingnya Kuta.

Pantai Pandawa letaknya di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Dulunya pantai ini dikenal dengan sebutan secret beach karena letaknya tersembunyi di balik perbukitan.

Pemkab Badung pun berinisiatif membuka akses ke Pantai Pandawa dengan membelah perbukitan. Jalan ke Pantai Pandawa kini mulus karena sudah beraspal.

Wisatawan lokal yang datang dikenakan biaya masuk Rp 2 ribu, sedangkan turis mancanegara dikenakan tarif Rp 5 ribu per orang. Ketika melewati loket pintu masuk, pengunjung akan melewati jalan berkelok dengan pagar tebing tinggi di sisi kanan dan kiri.

Di sisi tebing ini dilubangi dan ditempatkan tokoh Pandawa Lima dalam Kisah Mahabharata. Inilah asal mula mengapa pantai di Bali Selatan ini diberi nama Pandawa.

Dari atas bukit, pengunjung dapat melihat keindahan Pantai Pandawa dengan air laut biru kehijauan. Ketika masuk ke area pantai, pengunjung disambut pasir putih bersih. Suasananya sepi dan tenang. Sejumlah turis asing memanfaatkan ombak tinggi di pantai ini untuk berselancar.

Tapi karena terbilang baru, kawasan wisata belum tertata apik. Sejumlah pondok kecil milik warga Desa Kutuh dijadikan warung untuk melayani pengunjung. Disediakan pula belasan bangku tidur berpayung untuk pengunjung yang ingin merebahkan badan sambil menikmati suasana pantai.

Pantai Pandawa ramai dikunjungi pada akhir pekan terutama sore hari. "Sudah 2 bulan mulai ramai orangnya," kata Juntri warga Desa Kutuh yang menjadi petani rumput laut.

Nah, bukan cuma menikmati alam, pengunjung juga bisa melihat langsung aktivitas petani rumput laut di Kampung Nelayan. Namun jumlah petani rumput laut kini jauh lebih sedikit dibanding tahun lalu.

"Sekarang sedikit orangnya karena banyak yang kerja di proyek vila," imbuhnya, Minggu (16/6/2013).

Warga sekitar pantai memilih bekerja di proyek pembangunan vila atau hunian wisatawan karena penghasilannya lebih besar dibanding menjadi petani rumput laut. "Bulan lalu sekilo jualnya Rp 13 ribu," sebutnya.

Pendapatan petani naik turun tergantung harga jual yang juga ditentukan dari kualitas rumput laut. "Dulu rumput lautnya banyak sekarang sedikit," tutur Juntri yang biasa mengambil rumput laut 2 kali dalam sebulan.

Menyusutnya jumlah petani rumput laut ditandai dengan kosongnya pondok para petani untuk mengolah rumput laut. Kini lebih banyak pondok makanan untuk wisatawan dibanding pondok pengolahan rumput laut.

(ptr/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA