Harap Maklum, Kondisi Bandara Wamena Memang Beda

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Harap Maklum, Kondisi Bandara Wamena Memang Beda

- detikTravel
Senin, 08 Jul 2013 11:32 WIB
Harap Maklum, Kondisi Bandara Wamena Memang Beda
Pintu masuk untuk check in (Sastri/ detikTravel)
Wamena - Bandara Wamena menjadi perhatian menyusul pemukulan petugas oleh pejabat setempat. Bandara Wamena memang tak bisa disamakan dengan bandara lain. Kondisi alam dan masyarakat mempengaruhi operasional bandara yang unik ini.

Berada di Kabupaten Jayawijaya, Papua, Wamena merupakan sebuah kota yang ada di wilayah pergunungan. Di sinilah traveler bisa melihat bukit berpasir putih dan mumi ratusan tahun. Jangan kaget juga saat melihat suku asli Papua yang berkoteka. Tapi sebelum itu, siap-siap terkejut dengan bandaranya!

Beberapa waktu lalu, detikTravel berkesempatan mengunjungi Wamena. Sebelum tiba di bandaranya, layangkanlah pandangan Anda keluar jendela pesawat. Perbukitan hijau yang tinggi dan memanjang terlihat jelas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bandara Wamena, bukan bangunan-bangunan besar seperti di Bandara Soekarno Hatta. Anda hanya akan melihat bangunan seperti rumah yang atapnya terbuat dari seng dan dindingnya terbuat dari kayu. Itulah Bandara Wamena.

Pesawat yang parkir di Bandara Wamena pun bukanlah pesawat tipe Boeing yang besar. Bandara ini hanya bisa ditempuh dengan pesawat bertipe perintis dan juga pesawat Hercules. Untuk naik pesawat bertipe tersebut, biasanya penumpang dikenakan tarif penerbangan sekitar Rp 400 ribu dari Jayapura.

Penerbangan sangat bergantung kondisi cuaca. Kalau cuaca buruk, jangan berharap bisa terbang dari dan ke Wamena.

"Kalau ke Wamena, memang masyarakat Papua paling suka naik pesawat. Kalau jalur darat, lebih jauh karena melewati bukit-bukit dan berbahaya," ujar masyarakat setempat, Sakeus Dabi saat mendampingi detikTravel beberapa waktu lalu.

Ruang Tunggu Bandara Wamena tidak dilengkapi dengan kipas angin atau AC pendingin dan beralaskan tanah. Hanya ada kawat-kawat yang ada di bagian jendelanya, yang berfungsi sebagai ventilasi udara. Meski begitu, suasana yang teduh dan semilir angin mampu mengusir panasnya teriknya matahari.

Secara detil, Bandara Wamena berbentuk huruf L. Tempat check in tak sampai 10 meter panjangnya. Di sebelah bandara, ada kantor polisi yang juga tak kalah sepi dengan Bandara Wamena sendiri. Satu hal yang bisa Anda lihat di sana, ada beberapa masyarakat Wamena yang menggenakan koteka. Tapi awas, jangan coba-coba mengambil gambar sembarangan!

"Mereka (masyarakat yang berkoteka) datang ke bandara untuk mencari uang. Mereka mengajak turis berfoto, lalu setelahnya meminta uang. Padahal, mereka tidak bilang sebelumnya," keluh Sakeus.

Bandara Wamena memang tidak secanggih bandara-bandara lainnya di Indonesia. Meski demikian, Bandara Wamena tidak pernah sepi dari lalu lalang masyarakat dan traveler domestik dan mancanegara yang datang. Menginjakan kaki di Bandara Wamena, bakal memberikan pengalaman tiada dua untuk Anda.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads