7 Tempat Untuk Melihat Keajaiban Alam
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

7 Tempat Untuk Melihat Keajaiban Alam

- detikTravel
Rabu, 10 Jul 2013 19:03 WIB
7 Tempat Untuk Melihat Keajaiban Alam
(USA Today)
Jakarta - Kenang-kenangan tak melulu soal suvenir atau barang. Anda juga bisa mengenang suatu destinasi lewat berbagai keajaiban alam dan hewan, seperti yang ada di 7 tempat ini. Jangan lupa bawa kamera, ya!

Dilongok dari USA Today, Selasa (9/7/2013) inilah 7 kejadian paling aneh di alam yang bisa Anda temui:

1. Maroko: Kambing pemanjat pohon

(USA Today)
Di tengah gurun pasir Maroko, banyak traveler yang sulit untuk menemukan makanan. Tapi tidak dengan kambing. Demi mendapat makanan, mereka akan memanjat pohon dan memakan daun di sana. Unik bukan?

2. Argentina: Formasi salju setinggi 16 meter

(USA Today)
Formasi ini biasa disebut dengan istilah penitentes. Penitentes berbentuk seperti gundukan es dan meruncing bagai pisau. Anda bisa menemukannya di Pegunungan Andes, ketinggian 3.999 meter. Uniknya, formasi salju ini memiliki banyak ukuran, mulai dari 2,5 cm hingga 16 meter.

3. Colorado, AS: Migrasi kupu-kupu monarch

(USA Today)
Setiap tahun, migrasi kupu-kupu selalu terjadi. Salah satu jenis kupu-kupu yang rutin bermigrasi adalah kupu-kupu monarch (Danaus plexippus). Ada ribuan kupu-kupu sejenis terbang di atas langit ketika musim migrasi tiba. Traveler bisa menemukannya di Meksiko, Colorado, atau pun California.

4. California, AS: Batu yang bisa berpindah sendiri

(USA Today)
Di Taman Nasional Death Valley, California, AS traveler bisa melihat pemandangan aneh bin ajaib. Batu-batu di sana bisa berpindah sendiri tanpa bantuan orang.

Meskipun belum ada yang melihat secara langsung bagaimana batu tersebut bergeser, setiap turis yang datang bisa melihat jalur yang terbentuk akibat pergeseran batu. Setelah dicari tahu, permukaan tanah yang tak datar jadi penyebabnya.

5. Selandia Baru: Gua berbintang

(sun-surfer.com)
Tidak seperti gua lain, Gua Waitomo Glowworm di Waitomo, Selandia Baru menyajikan pemandangan menakjubkan. Anda bisa melihat kemilau cahaya mirip bintang di langitnya.

Usut boleh usut, ternyata cahaya tersebut berasal dari cacing dengan nama latin Arachnocampa luminosa. Dalam kegelapan, hewan ini akan mengeluarkan cahaya berwarna hijau dan biru.

6. Australia: Awan Morning Glory

(NASA)
Morning Glory Clouds adalah awan yang membentuk seperti tabung dan memanjang hingga 997 km. Jaraknya pun cukup dekat dengan bumi.Β  Awan unik ini bisa traveler lihat jika datang ke wilayah selatan Teluk Carpentaria, Australia dari bulan September-November.

7. Washington, AS: Pendaran cahaya plankton di laut

(USA Today)
Jika datang ke sekitar Kepulauan San Juan, Washington, AS pada malam hari, fenomena unik bisa Anda lihat, yakni pendaran cahaya plankton. Ketika itu, laut San Juan akan tampak bercahaya. Bukan tanpa sebab, cahaya ini berasal dari tubuh jutaan plankton.
Halaman 2 dari 8
Di tengah gurun pasir Maroko, banyak traveler yang sulit untuk menemukan makanan. Tapi tidak dengan kambing. Demi mendapat makanan, mereka akan memanjat pohon dan memakan daun di sana. Unik bukan?

Formasi ini biasa disebut dengan istilah penitentes. Penitentes berbentuk seperti gundukan es dan meruncing bagai pisau. Anda bisa menemukannya di Pegunungan Andes, ketinggian 3.999 meter. Uniknya, formasi salju ini memiliki banyak ukuran, mulai dari 2,5 cm hingga 16 meter.

Setiap tahun, migrasi kupu-kupu selalu terjadi. Salah satu jenis kupu-kupu yang rutin bermigrasi adalah kupu-kupu monarch (Danaus plexippus). Ada ribuan kupu-kupu sejenis terbang di atas langit ketika musim migrasi tiba. Traveler bisa menemukannya di Meksiko, Colorado, atau pun California.

Di Taman Nasional Death Valley, California, AS traveler bisa melihat pemandangan aneh bin ajaib. Batu-batu di sana bisa berpindah sendiri tanpa bantuan orang.

Meskipun belum ada yang melihat secara langsung bagaimana batu tersebut bergeser, setiap turis yang datang bisa melihat jalur yang terbentuk akibat pergeseran batu. Setelah dicari tahu, permukaan tanah yang tak datar jadi penyebabnya.

Tidak seperti gua lain, Gua Waitomo Glowworm di Waitomo, Selandia Baru menyajikan pemandangan menakjubkan. Anda bisa melihat kemilau cahaya mirip bintang di langitnya.

Usut boleh usut, ternyata cahaya tersebut berasal dari cacing dengan nama latin Arachnocampa luminosa. Dalam kegelapan, hewan ini akan mengeluarkan cahaya berwarna hijau dan biru.

Morning Glory Clouds adalah awan yang membentuk seperti tabung dan memanjang hingga 997 km. Jaraknya pun cukup dekat dengan bumi.Β  Awan unik ini bisa traveler lihat jika datang ke wilayah selatan Teluk Carpentaria, Australia dari bulan September-November.

Jika datang ke sekitar Kepulauan San Juan, Washington, AS pada malam hari, fenomena unik bisa Anda lihat, yakni pendaran cahaya plankton. Ketika itu, laut San Juan akan tampak bercahaya. Bukan tanpa sebab, cahaya ini berasal dari tubuh jutaan plankton.

(ptr/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads