Selama ini, para d'traveler bertualang sendiri-sendiri. Namun akhirnya, ada kesempatan dimana mereka bisa saling bertemu dan bertualang bersama. Para jawara dalam ajang d'Traveler of The Year berangkat ke Malaysia.
Ini adalah petualangan yang penuh perjuangan. Bagaimana tidak, letusan Gunung Kelud yang mengancam jalur penerbangan menjadi hambatan paling nyata, dan di luar dugaan semua pihak. Nyaris saja petualangan ini batal dan ditunda.
Padahal, jalan-jalan ke Malaysia adalah hadiah bagi para pemenang d'Traveler of The Year, baik untuk yang menulis paling banyak, artikelnya paling banyak dibaca atau paling banyak dibagi di social media. Mereka akan melakukan tur ke akademi pramugari AirAsia, maskapai yang menjadi sponsor acara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darwance pun nyaris gagal berangkat dari Yogyakarta, juga karena masalah abu Gunung Kelud. "Saya sempat pakai masker dua hari. Begitu tidak ada pesawat, langsung cari kereta. Naik Sabtu malam, sampai tadi pagi pukul 03.00 WIB di Jatinegara," kata Darwance, mahasiswa fakultas hukum di Kota Gudeg itu.
Di Malaysia nanti, mereka akan berkunjung ke Akademi AirAsia di Kuala Lumpur. Tentunya, mereka juga berkesempatan jalan-jalan menikmati malam yang seru di Ibukota Malaysia diajak Malaysia Tourism Board. Ini akan jadi pengalaman seru, apalagi untuk Agus Rahmat yang baru pertama kali ke luar negeri.
Sambil menunggu pesawat, mereka bercengkerama sambil berbagi pengalaman. Hal ini termasuk membuka rahasia kenapa seorang Merza Gamal yang bekerja di kantor pusat sebuah bank nasional bisa jalan-jalan keliling Indonesia.
"Saya bekerja di bagian penelitiannya, makanya jalan-jalan terus keliling Indonesia, hahahaha," kata dia.
Dari redaksi, Putri Rizqi Hernasari akan menemani para pemenang. Selamat bertualang bareng di Malaysia! Semoga di lain waktu, kita bisa jalan-jalan bareng lagi ya tentunya dengan kondisi alam yang lebih mendukung.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Bule Swiss Ejek Nyepi di Bali, PHDI Buka Suara