Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 08 Okt 2020 19:44 WIB

DETIKTRAVEL

Wisata saat Pandemi, Konsumen Butuh Kejelasan Informasi

Putu Intan
detikTravel
Pantai Pink di Taman Nasional Komodo
Ilustrasi wisatawan di Pantai Pink Komodo Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta -

Konsumen pariwisata saat ini membutuhkan kejelasan informasi mengenai kondisi daerah wisata. Ini berfungsi agar mereka yakin dan jumlah kunjungan wisata bertambah.

Ketua Komisi I Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Anna Maria Tri Anggraini menyampaikan di masa pandemi COVID-19 ini, masyarakat memang masih cenderung enggan berwisata. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya informasi mengenai keamanan daerah wisata.

Oleh sebab itu, melalui kajian yang dilakukan BPKN, Anna menyarankan agar pemerintah lebih terbuka pada informasi. Hal ini dapat menjadi jaminan bagi konsumen untuk mau pergi ke suatu destinasi wisata.

"Yang dibutuhkan konsumen adalah informasi yang jelas dan resmi dari pemerintah mengenai kondisi di destinasi wisata dan penjelasan mengenai kondisi apakah tempat-tempat wisata. Apakah sudah memenuhi standar atau kualitas kesehatan CHSE dan apakah ada fasilitas atau layanan kesehatan setempat yang dapat segera melayani konsumen," kata Anna dalam sebuah webinar.

Selain kejelasan informasi dari pemerintah, konsumen juga membutuhkan sarana pengaduan. Selama ini, Anna menyebut masih terjadi ketidaktaatan aturan protokol kesehatan di tempat wisata yang juga dikeluhkan konsumen.

"Kemudian dibutuhkan layanan pengaduan manakala konsumen di tempat wisata mengalami kondisi yang dirasa tidak aman atau tidak nyaman," ujar Anna.

"Dua hal ini akan menjamin kepastian hukum dan kepercayaan konsumen sehingga konsumen percaya dan yakin daerah wisata memang benar-benar aman," ia menegaskan.

Selain kedua hal tersebut, Anna juga menyampaikan sejumlah alternatif solusi masalah terkait pariwisata saat ini. Pertama, perlu dilakukan koordinasi pemerintah pusat dan daerah untuk mempromosikan protokol Clean, Health, Safety, Environment (CHSE) kepada pelaku usaha. Kemudian pemerintah daerah juga perlu memberikan insentif seperti keringanan pajak, dan dengan tegas mengawasi penerapan protokol kesehatan.

Di samping itu, para pelaku usaha juga harus memberikan informasi yang jelas, benar, dan jujur mengenai penerapan protokol kesehatan dan program CHSE. Serta membangun kesadaran konsumen untuk menaati protokol tersebut, termasuk melakukan pemeriksaan kesehatan pribadi sebelum dan setelah berwisata.



Simak Video "Satgas Minta Pemda Awasi Mobilitas Wisatawan Asing di Bali-Kepri"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA