Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 30 Jul 2021 20:14 WIB

DETIKTRAVEL

Mau Umroh dari Negara Ketiga? Siapkan Budget Segini

bonauli
detikTravel
A Saudi police woman, left, who is recently deployed to the service, at top left, stands alert in front of the Al-Safa mountain, as pilgrims pray at the Grand Mosque, at the Grand Mosque, a day before the annual hajj pilgrimage, Saturday, July 17, 2021. The pilgrimage to Mecca required once in a lifetime of every Muslim who can afford it and is physically able to make it, used to draw more than 2 million people. But for a second straight year it has been curtailed due to the coronavirus with only vaccinated people in Saudi Arabia able to participate. (AP Photo/Amr Nabil)
Ilustrasi Makkah (AP/Amr Nabil)
Jakarta -

Umroh dari negara ketiga ramai diperbincangkan. Sebelum memilih opsi ini, ada baiknya traveler tahu seluk beluknya.

Umroh dari negara ketiga artinya jamaah Indonesia harus lebih dulu transit di negara lain. Protokol kesehatan seperti PCR dan karantina setelah sampai di sana menjadi salah satu alasan ribetnya pilihan ini.

"Pertama itu mencari negara ketiga yang terima Indonesia," ujar Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah Eko Hartono.

Mencari negara ketiga bukanlah hal mudah. Dengan rekor yang dicatatkan Indonesia, banyak negara yang menolak Indonesia.

Selain mencari negara ketiga, jamaah umroh juga harus memperkirakan lamanya kepergian. Dulu umroh hanya butuh waktu 2 minggu saja, sekarang jelas lebih lama.

"Di negara ketiga harus karantina 14 hari. Itu kalau negatif, kalau positif akan karantina lagi 10 hari. Lalu pulang dari Arab Saudi harus karantina lagi 8 hari," jelasnya.

Melihat catatan periode umroh sebelumnya, banyak jamaah yang harus merugi. Saat itu karantina di Arab Saudi memakan waktu 10 hari. Sehingga hanya ada sisa waktu 2 hari untuk umroh.

"Sebenarnya kegiatan umroh sendiri sudah selesai dalam 2 jam. Tawaf sekarang 25-30 menit selesai, kemudian sa'i itu paling lama satu setengah jam. Kalau mau umroh 2 hari ya monggo," tuturnya.

Di masa sebelum pandemi, umroh bisa terlaksana dengan budget sekitar Rp 25 jutaan. Namun jika negara ketiga jadi pilihanmu, maka ada pembengkakan biaya.

"Di masa pandemi ada prokes, kamar enggak boleh diisi lebih dari 2 orang. Bus diisi 50 persen, makan juga harus disuplai. Biayanya bisa naik jadi Rp 35 juta," jelasnya.

Dulu banyak agen travel yang menjual paket murah dengan pilihan hotel melati. Sekarang semua fasilitas jamaah ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi. Pilihannya tentu saja hotel berbintang. Mau tak mau, biaya untuk menginap jadi bengkak.

"Waktunya lama banget, beda biaya pesawat direct dan transit karantina di negara ketiga. Bisa lebih Rp 50 juta," ucapnya kepada detikTravel.

KJRI meminta agar jamaah umroh Indonesia untuk sementara waktu. Mahalnya bisa dan sedikitnya waktu kunjungan di Arab Saudi hanya akan membuat jamaah rugi. "Sedikit sekali waktunya, bisa-bisa 25-30 hari untuk umroh dan mahal. Tapi kalau mau ya silakan," tutupnya.



Simak Video "Arab Saudi Amankan 147 Orang Jemaah Haji Ilegal"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA