Uniknya Taman 250 Tahun di Jepang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Uniknya Taman 250 Tahun di Jepang

Nograhany Widhi Koesumawardani - detikTravel
Senin, 11 Nov 2013 08:07 WIB

Sakai - Sebuah taman di Sakai, Jepang punya kisah yang sangat menarik. Sejak dibuat 250 tahun lalu, taman ini sama sekali tidak berubah. Inilah taman di Kuil Takakuraji yang cantik dan otentik.

Taman ini berada di Kuil Takakuraji, Sakai, Jepang dan telah dibuat sejak 250 tahun yang lalu oleh seorang arsitek terkenal dari Jepang bernama Kobori Enshu (Hany/detikTravel)
Taman ini dipenuhi dengan tanaman perdu, beberapa pohon keras, dan ada hutan bambu di bagian belakang taman (Hany/detikTravel)
Cantiknya taman ini menjadi daya tarik sendiri bagi Kuil Takakuraji yang juga merupakan salah satu kuil tertua di Jepang. Kuil ini didirikan oleh pendeta Buddha pada tahun 705 (Hany/detikTravel)
Batu pijak (stepping stone) sengaja ditempatkan di tengah-tengah taman itu supaya tanaman semacam rumput yang menggerumbul di bawahnya tidak diinjak-injak (Hany/detikTravel)
Meski banyak pohon perdu, namun pohon-pohon ini diatur sedemikian rupa membentuk pemandangan yang cantik dan tidak bisa dilewatkan begitu saja (Hany/detikTravel)
Inilah deretan hutan bambu yang berada di belakang taman. Batu-batu besar seperti batu kali teronggok di beberapa sudut mempercantik taman itu (Hany/detikTravel)
Pijakan dibuat dengan bentuk yang bebas. Disempurnakan dengan rumput yang menyembul rapi di sekitarnya. Meski rasanya ingin berguling di rumput itu, namun jangan sekali-kali menyentuhkan kaki ke sana karena akan merusak (Hany/detikTravel)
Inilah tampak depan Kuil Takakuraji, salah satu kuil tertua di Jepang yang didirikan oleh pendeta Buddha terkenal kelahiran Sakai, Gyoki, pada tahun 705 (Hany/detikTravel)
Kuil ini sempat terbakar dan dibangun kembali pada awal abad ke-17. Tidak hanya taman yang cantik, di dalam kuil ini terdapat lukisan tentang Buddha yang dibuat pada era Muromachi (1338-1573) (Hany/detikTravel)
Kendati kuil dan taman ini sudah ratusan tahun lamanya, namun pemerintah Kota Sakai tak memberikan bantuan berupa dana perawatan. Perawatan kuil dan taman ini dananya berasal dari umat Buddha sendiri (Hany/detikTravel)
Uniknya Taman 250 Tahun di Jepang
Uniknya Taman 250 Tahun di Jepang
Uniknya Taman 250 Tahun di Jepang
Uniknya Taman 250 Tahun di Jepang
Uniknya Taman 250 Tahun di Jepang
Uniknya Taman 250 Tahun di Jepang
Uniknya Taman 250 Tahun di Jepang
Uniknya Taman 250 Tahun di Jepang
Uniknya Taman 250 Tahun di Jepang
Uniknya Taman 250 Tahun di Jepang
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads