Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 24 Des 2020 18:53 WIB

UGC-BRIDGE

13 Gereja Tertua di Indonesia, Megah dengan Arsitektur Unik

Tim detikcom
detikTravel
Gereja tertua di Asia
Gereja Sion di Jakarta, salah satu gereja tertua di Indonesia (Foto: Johanes Randy)

10. Gereja Fidelis Sejiram, Kalimantan Barat

Gereja ini merupakan cikal bakal perkembangan gereja Katolik di Kalimantan Barat. Letaknya di desa kecil pinggiran Sungai Seberuang, Desa Sejiram, Kabupaten Kapuas Hulu.

Gereja Fidelis Sejiram merupakan gereja tertua di Kalimantan Barat. Pembangunannya mulai dirintis pada 1892 oleh Pastor Looymans. Kemudian direnovasi beberapa tahun kemudian dengan menggunakan bahan kayu ulin.

Bangunan berbahan kayu ulin ini masih bisa kita jumpai sampai saat ini.


11. Gereja Immanuel Medan

Gereja ini dibangun pada 21 Oktober 1921. Berdasarkan arsip kenegaraan Belanda No.497 bangunan ini berdiri di atas lahan yang dulunya kebun tembakau.

Letaknya saat itu sangat strategis karena berada di seberang gedung pemerintahan Hindia Timur atau sekarang dikenal dengan Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Arsitektur bangunan gereja bergaya Renaissance dengan sebuah puncak menara yang berbentuk kubah berwarna hitam. Meski sudah mengalami beberapa kali renovasi bentuk asli gereja ini tetap terjaga.


12. Gereja Tamansari, Salatiga, Jawa Tengah

Bangunan gereja yang terletak di Kota Salatiga, Jateng ini memiliki atap berbentuk perisai. Terlihat dari bentuk bangunan, sangat kentara mengadopsi gaya gotik.

Sementara di atas bangunan perantara terdapat lonceng yang ditutup oleh atap yang runcing. Pada bagian atas depan bangunan setelah pintu masuk tertera tahun 1823.

Angka ini diyakini sebagai tahun bangunan tersebut didirikan.

13. Gereja Bethel Bandung

Gereja yang terletak di Jalan Wastukencana Bandung ini merupakan gereja Protestan tertua di Jawa Barat. Pembangunannya mulai digagas pada 1916 oleh Pendeta J.A. Tijdeman. Namun, pengerjaannya baru terwujud pada 1 Mei 1924.

Arsitek Belanda, C.P. Wolff Schoemaker diminta menyempurnakan rancangan yang telah dibuat Biro Harmsen en Plagge. Dalam rancangannya, Schoemaker memadukan gaya bangunan klasik modern dengan beberapa unsur tradisional Nusantara.

Salah satu gereja tertua di Indonesia ini kemudian diberi nama "De Nieuwe Kerk" yang berarti gereja baru.

Halaman
1 2 3 Tampilkan Semua

(pal/erd)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA