Berkunjung ke DI Yogyakarta, jangan hanya blusukan di Kota Yogya. Provinsi ini punya banyak tempat untuk bertualang seru, termasuk cave tubing alias susur gua menggunakan ban dan pelampung.
"Gua Pindul adalah tempat cave tubing paling terkenal. Bukan cuma di Gunungkidul, mungkin juga di Indonesia," tutur Daryono dari guapindul.info, salah satu penyedia paket wisata Gua Pindul saat dihubungi detikTravel, Rabu (16/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cara paling baik menyusuri Gua Pindul tentu saja cave tubing. Turis memakai ban dan pelampung, kemudian menyusuri 3 zona yaitu zona terang, remang, dan gelap. Total sekitar 45 menit," tambahnya.
Cave tubing di Gua Pindul, Daryono menegaskan, tergolong aman dan bisa dilakukan siapa saja. Sebelum terjun ke air, traveler perlu mendaftar dan membayar Rp 30.000 per orang. Saat ini, wisata cave tubing Gua Pindul dipegang oleh masyarakat setempat.
Satu pemandu bertanggungjawab terhadap 5-10 orang peserta. Ban dan pelampung dibagikan, kemudian Anda akan memulai petualangan dekat bibir gua. Di dalam gua pemandu akan menerangkan berbagai fakta geografis dan keunikan Gua Pindul. Salah satunya, stalaktit terbesar ke-4 sedunia.
"Stalaktit ini menyatu dengan stalagmit, sehingga tampak seperti pilar. Lebarnya 5 rentangan orang dewasa," tutur Daryono.
Selain Gua Pindul, traveler bisa melakukan beragam aktivitas seru lainnya di Desa Beringharjo. Ada tubing terbuka di Sungai Oya, caving di Gua Jelatik, jeep offroad, hingga flying fox.
"Gua Jelatik adalah gua kering. Di sana banyak hewan seperti kelelawar, juga stalagmit dan stalaktit," tambah Daryono.
Tak sulit mencapai Gua Pindul. Dari Terminal Giwangan di Kota Yogya, naiklah bus menuju Wonosari. Turun di Terminal Wonosari, Anda tinggal naik ojek Rp 20.000 sampai kawasan Gua Pindul.
(sst/aff)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Daftar Negara Teraman Andai Terjadi Perang Dunia III, Ada Indonesia?
Masjid Jamkaran dan Bendera Merah Balas Dendam