Kisah Pemandu Wisata Raja Ampat yang Ramah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kisah Pemandu Wisata Raja Ampat yang Ramah

Putri Rizqi Hernasari - detikTravel
Senin, 25 Nov 2013 09:21 WIB
Kisah Pemandu Wisata Raja Ampat yang Ramah
Eli Dimara, pemandu wisata yang ramah di Raja AMpat (Putri/detikTravel)
Waisai - Kadang beberapa traveler tak terlalu peduli dengan sosok pemandu wisata. Padahal tanpa kehadirannya, turis tidak akan tahu apa-apa. Di Raja Ampat, ada seorang pemandu yang setia menemani banyak turis, namanya Eli Dimara.

Selain harus memiliki pin khusus sebagai tanda masuk, turis yang ingin keliling Kepulauan Raja Ampat juga harus ditemani oleh pemandu wisata. Begitu pun ketika saya menyambangi Kabupaten Bahari ini.

Ketika itu, saya dan teman-teman akan berangkat ke gugusan pulau karang Pianemo. Namun, sebelum tiba, kami harus terlebih dahulu melapor ke pos pelaporan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitu tiba di sana, seluruh rombongan disambut oleh beberapa penjaga pos. Mereka inilah yang akan mengantar kami mengelilingi kepulauan Raja Ampat, salah satunya Pianemo.

Karena hari sudah siang, sebelum melanjutkan perjalanan kami menyantap makan siang terlebih dahulu. Meski hanya menggunakan nasi kotak, makan siang kali ini terasa sangat berbeda karena kami pemandangan di depan sangat menakjubkan.

Ada banyak pulau karang tersebar di hadapan. Belum lagi lautan luas biru bening. Benar-benar sensasi makan siang yang berbeda.

Selesai menyantap makanan, kami semua bergegas melanjutkan perjalanan keliling Pianemo. Tapi ada tambahan awak kapal, yakni seorang bapak tua berkulit hitam.

"Saya Eli Dimara," ujarnya memperkenalkan diri ke seluruh awak kapal beberapa waktu lalu.

Usut boleh usut, ternyata Pak Eli adalah pemandu wisata yang akan menemani perjalanan kami. Ia sudah dua tahun tinggal di homestay dan menemani banyak pelancong berkeliling Raja Ampat, khususnya Pianemo.

"Banyak wisatawan luar yang datang ke sini, ada dari Jerman, Austria, Inggris juga," ungkapnya.

Untuk dalam negeri, Eli Damara juga telah banyak mengantarkan wisatawan. Beberapa di antara wisatawan nusantara tersebut berasal dari Jakarta, Medan, Bali, Bandung dan Makassar.

Tak lama berbincang, akhirnya kami pun tiba di salah satu pulau karang yang disebut Bukit Gundul. Dari sini perjuangan dimulai. Wisatawan diminta mendaki melewati karang tajam. Semakin tinggi rintangan semakin terasa berat. Jika tidak hati-hati melangkah, kaki Anda bisa terluka.

Hebatnya, Pak Eli terlihat sama sekali tidak kesusahan dalam menanjak. Dengan sabar, ia akan menuntun turis yang ingin mencapai puncak Bukit Gundul. Ia juga dengan sabar menunggu turis yang ingin berlama-lama di atas bukit sampai puas memandang keindahan alam.

Setelah sekitar 15 menit di atas bukit, saya dan rekan-rekan pun turun dari atas bukit. Kami kembali ke pos dan inilah akhir perjalanan bersama Pak Eli. Pemandu wisata Raja Ampat yang ramah.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads