Menelusuri Pulau Maratua di Derawan yang eksotis rasanya sungguh menarik, karena banyak kekayaan alam yang masih tersembunyi. Ketika detikTravel terus menapaki langkah kaki di dataran ini beberapa waktu lalu, akhirnya perjalanan tibalah di Kecamatan Payung-payung.
Di sana nantinya akan dibangun sebuah bandar udara, yang pembangunannya tengah dilakukan. Selain itu, wilayah ini juga memiliki sebuah danau yang bisa dibilang masih tak terjamah oleh traveler yaitu Danau Haji Buang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjalanan kaki ditempuh selama kurang lebih 20 menit. Namun lelahnya menempuh jalanan yang cukup sulit, tak akan terasa berat dengan segarnya udara dan rimbunnya pepohonan di sini.
Untuk sewa motor dan jasa memandu dari warga sekitar, mereka tidak mematok biaya. Namun atas keramahan dan kekeluargaan yang diberikan oleh warga, rombongan kami mengeluarkan kocek Rp 100 ribu per orang. Sebelum menjelajah danau ini, kita baiknya menyandangi pondokan sang penjaga danau, Sujono, yang merupakan anak dari Haji Buang terlebih dulu.
Sesampainya di pondokan milik Sujono, kami meminta izin untuk berenang di danau tersebut. Danau ini rupanya memiliki ubur-ubur yang jinak, sama seperti di Danau Kakaban yang ada di Pulau Kakaban. Kita juga tak perlu membayar biaya masuk, karena Sujono selaku 'pemilik' danau ini, tidak memungut biaya.
"Di sini masih banyak ubur-uburnya, tidak ada bedanya dengan yang di Kakaban. Ubur-ubur yang besar dan ikan julung-julung juga ada," ujar Sujono, pria berusia 55 tahun ini.
Kami lalu melanjutkan perjalanan ke bibir Danau Haji Buang. Di sana tak ada fasilitas untuk salin pakaian atau tempat khusus untuk meletakkan barang-barang bawaaan dan semua itu diletakan di bibir danau. Kemudian perjalanan ke tengah danau di tempuh dengan sekoci, yang didayung oleh warga yang menjadi pemandu saat itu, bernama Jack.
Sesampainya ditengah, kami berenang di danau dengan peralatan snorkeling, untuk coba berinteraksi dengan ubur-ubur yang tak menyengat. Jarak pandang di dalam cukup pendek, karena karakter warna airnya yang kehijauan. Namun ubur-uburnya memang tak menyengat, meski saat itu tak banyak yang bisa kita temukan. Mungkin, jumlah ubur-ubur tak menyengat di sini tidak sebanyak yang ada di Danau Kakaban.
Ingat, wisatawan belum dimintai tiket masuk untuk datang ke Danau Haji Buang ini.
"Kalau orang mengunjungi Danau ini, kita tidak pernah minta berapa. Orang yang mau kasih uang, kita terima, karena kita disini juga belum menyiapkan fasilitas apa-apa. Kalau sudah ada fasilitas, baru nanti bisa ditetapkan. Hal ini sudah disepakati oleh semua saudara," ungkap Sujono.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
DPR Pertanyakan Harga Tiket Pesawat Mahal Jelang Lebaran, Aneh Bin Ajaib