Danau Haji Buang, Kembaran Danau Kakaban di Derawan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Danau Haji Buang, Kembaran Danau Kakaban di Derawan

Astrid Septriana - detikTravel
Rabu, 04 Des 2013 18:10 WIB
Danau Haji Buang, Kembaran Danau Kakaban di Derawan
Ini dia Danau Haji Buang di Pulau Maratua (Astrid/detikTravel)
Berau - Danau Kakaban mungkin jadi yang paling populer di Derawan, dengan danau yang berisi ubur-ubur tak menyengat. Namun rupanya, ada lagi Danau Haji Buang di sana yang tak kalah cantik dan juga terdapat ubur-ubur tak menyengat. Yuk, lihat!

Menelusuri Pulau Maratua di Derawan yang eksotis rasanya sungguh menarik, karena banyak kekayaan alam yang masih tersembunyi. Ketika detikTravel terus menapaki langkah kaki di dataran ini beberapa waktu lalu, akhirnya perjalanan tibalah di Kecamatan Payung-payung.

Di sana nantinya akan dibangun sebuah bandar udara, yang pembangunannya tengah dilakukan. Selain itu, wilayah ini juga memiliki sebuah danau yang bisa dibilang masih tak terjamah oleh traveler yaitu Danau Haji Buang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dibutuhkan waktu sekitar 15 menit perjalanan dengan sepeda motor menuju Danau Haji Buang. Jalanan yang dilewati penuh dengan tumpukan karang. Sampai di satu titik, perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki karena medan yang terjal dan sempit.

Perjalanan kaki ditempuh selama kurang lebih 20 menit. Namun lelahnya menempuh jalanan yang cukup sulit, tak akan terasa berat dengan segarnya udara dan rimbunnya pepohonan di sini.

Untuk sewa motor dan jasa memandu dari warga sekitar, mereka tidak mematok biaya. Namun atas keramahan dan kekeluargaan yang diberikan oleh warga, rombongan kami mengeluarkan kocek Rp 100 ribu per orang. Sebelum menjelajah danau ini, kita baiknya menyandangi pondokan sang penjaga danau, Sujono, yang merupakan anak dari Haji Buang terlebih dulu.

Sesampainya di pondokan milik Sujono, kami meminta izin untuk berenang di danau tersebut. Danau ini rupanya memiliki ubur-ubur yang jinak, sama seperti di Danau Kakaban yang ada di Pulau Kakaban. Kita juga tak perlu membayar biaya masuk, karena Sujono selaku 'pemilik' danau ini, tidak memungut biaya.

"Di sini masih banyak ubur-uburnya, tidak ada bedanya dengan yang di Kakaban. Ubur-ubur yang besar dan ikan julung-julung juga ada," ujar Sujono, pria berusia 55 tahun ini.

Kami lalu melanjutkan perjalanan ke bibir Danau Haji Buang. Di sana tak ada fasilitas untuk salin pakaian atau tempat khusus untuk meletakkan barang-barang bawaaan dan semua itu diletakan di bibir danau. Kemudian perjalanan ke tengah danau di tempuh dengan sekoci, yang didayung oleh warga yang menjadi pemandu saat itu, bernama Jack.

Sesampainya ditengah, kami berenang di danau dengan peralatan snorkeling, untuk coba berinteraksi dengan ubur-ubur yang tak menyengat. Jarak pandang di dalam cukup pendek, karena karakter warna airnya yang kehijauan. Namun ubur-uburnya memang tak menyengat, meski saat itu tak banyak yang bisa kita temukan. Mungkin, jumlah ubur-ubur tak menyengat di sini tidak sebanyak yang ada di Danau Kakaban.

Ingat, wisatawan belum dimintai tiket masuk untuk datang ke Danau Haji Buang ini.

"Kalau orang mengunjungi Danau ini, kita tidak pernah minta berapa. Orang yang mau kasih uang, kita terima, karena kita disini juga belum menyiapkan fasilitas apa-apa. Kalau sudah ada fasilitas, baru nanti bisa ditetapkan. Hal ini sudah disepakati oleh semua saudara," ungkap Sujono.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads