Berani Coba? 4 Camilan Ekstrem di Indonesia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Street Food

Berani Coba? 4 Camilan Ekstrem di Indonesia

Afif Farhan - detikTravel
Kamis, 02 Jan 2014 12:10 WIB
Berani Coba? 4 Camilan Ekstrem di Indonesia
(Afif/detikTravel)
Timika - Tahukah Anda, setidaknya Indonesia punya 4 camilan ekstrem yang bikin penasaran traveler. Mungkin, Anda bakal berpikir dua kali untuk melahapnya. Dari belalang goreng hingga ulat sagu, berikut 5 camilan ekstrem di Indonesia!

Belum lengkap jika Anda traveling ke suatu tempat, tanpa mencoba camilannya yang khas. Disusun detikTravel, Kamis (2/1/2013) berikut 4 street food atau camilan yang ekstrem di Indonesia:

1. Belalang Goreng di Gunungkidul

(Gon Turtle/d'traveler)
Satu hal yang tersohor di Gunungkidul selain pantainya, adalah jajanan belalang goreng. Tak sulit untuk menemukan kuliner ekstrem ini jika Anda melancong ke sana, seperti di daerah Wonosari, Paliyan, atau Semanu.

Wujud belalang goreng tersebut bisa dibilang mirip kecoa. Tapi, jangan menilai dari luarnya. Rasa belalang goreng ini seperti menggigit cangkang kepiting goreng atau mungkin seperti udang goreng, garing. Kriuk!

Selain itu, usut punya usut ternyata belalang goreng memiliki sumber protein yang tinggi. Ada banyak rumah makan atau pedagang pinggir jalan yang menawarkan kuliner ekstrem ini di Gunungkidul. Untuk belalang goreng dalam kemasan kecil dikenai harga Rp 12.000 per bungkus.

2. Kelelawar dan tikus di Tomohon

(Odilia/detiktravel)
Anda mau coba jajanan ekstrem yang tak biasa? Datanglah ke Tomohon di Sulawesi Utara. Di sinilah terdapat Pasar Tomohon yang punya makanan berupa tikus dan kelelawar.

Tak heran, memang Pasar Tomohon terkenal dengan aneka makanan yang tak biasa. Selain kelelawar dan tikus, Anda juga bisa menyantap anjing dan ular. Kelelawar dan tikus mungkin yang paling mengerenyitkan dahi.

Hewan-hewan tersebut ditaruh begitu saja oleh para pedagang dan bisa Anda lihat jelas di depan mata. Ada yang hidup dan juga yang siap disantap. Tikus yang dijual bukanlah tikus got, melainkan tikus sawah. Harganya sekitar Rp 25 ribu per satu ekornya. Datanglah mulai pukul 06.00 Wita ke Pasar Tomohon dan coba nyali Anda untuk menyantap jajanan ekstrem di sana.

3. Ulat sagu di Timika dan Jailolo

(Afif/detikTravel)
Kalau jajanan ekstrem yang satu ini, rasanya kenyal-kenyal asam. Inilah camilan ulat sagu yang bisa Anda temukan di dua tempat, yakni di Timika, Papua dan Jailolo, Maluku Utara.

Ada dua cara untuk melahap ulat sagu, pertama dengan memakannya mentah-mentah dan digoreng. Baik mentah ataupun goreng, Anda harus melepas dulu kepalanya yang berwarna merah, karena keras. Saat memakannya dengan mentah, rasanya kenyal dan sangat asam begitu digigit.

Berbeda dengan digoreng, ulat sagunya akan terasa gurih dan lebih garing. Biasanya, ulat sagu yang digoreng ditusuk seperti sate dan tinggal dibakar di atas arang yang panas. Di Jailolo, ulat sagu yang digoreng dimakan dengan sambal colo-colo atau pisang. Nyam!

4. Tambelo di Timika

(Fitraya/detikTravel)
Satu lagi camilan ekstrem ala Timika, yaitu tambelo. Tambelo ini adalah cacing yang hidup di dalam kayu lapuk di hutan bakau dan jadi camilan khas dari suku Kamoro di Timika, selain ulat sagu.

Cacing ini biasa dimakan mentah-mentah. Bentuknya seperti tentakel cumi-cumi yang biasa Anda lihat di pasar ikan. Pertama, kayu lapuk akan dibelah terlebih dulu dengan kampak. Lalu, terlihatlah banyak tambelo yang berwarna putih.

Pegang kepala tambelo, angkat tinggi-tinggi di atas mulut, masukan ke mulut sambil dikunyah pelan mulai dari buntutnya. Nyam! Rasanya enak seperti cumi. Kalau mau lebih enak, rendam dulu tambelo tersebut di air jeruk nipis. Selamat mencoba!
Halaman 2 dari 5
Satu hal yang tersohor di Gunungkidul selain pantainya, adalah jajanan belalang goreng. Tak sulit untuk menemukan kuliner ekstrem ini jika Anda melancong ke sana, seperti di daerah Wonosari, Paliyan, atau Semanu.

Wujud belalang goreng tersebut bisa dibilang mirip kecoa. Tapi, jangan menilai dari luarnya. Rasa belalang goreng ini seperti menggigit cangkang kepiting goreng atau mungkin seperti udang goreng, garing. Kriuk!

Selain itu, usut punya usut ternyata belalang goreng memiliki sumber protein yang tinggi. Ada banyak rumah makan atau pedagang pinggir jalan yang menawarkan kuliner ekstrem ini di Gunungkidul. Untuk belalang goreng dalam kemasan kecil dikenai harga Rp 12.000 per bungkus.

Anda mau coba jajanan ekstrem yang tak biasa? Datanglah ke Tomohon di Sulawesi Utara. Di sinilah terdapat Pasar Tomohon yang punya makanan berupa tikus dan kelelawar.

Tak heran, memang Pasar Tomohon terkenal dengan aneka makanan yang tak biasa. Selain kelelawar dan tikus, Anda juga bisa menyantap anjing dan ular. Kelelawar dan tikus mungkin yang paling mengerenyitkan dahi.

Hewan-hewan tersebut ditaruh begitu saja oleh para pedagang dan bisa Anda lihat jelas di depan mata. Ada yang hidup dan juga yang siap disantap. Tikus yang dijual bukanlah tikus got, melainkan tikus sawah. Harganya sekitar Rp 25 ribu per satu ekornya. Datanglah mulai pukul 06.00 Wita ke Pasar Tomohon dan coba nyali Anda untuk menyantap jajanan ekstrem di sana.

Kalau jajanan ekstrem yang satu ini, rasanya kenyal-kenyal asam. Inilah camilan ulat sagu yang bisa Anda temukan di dua tempat, yakni di Timika, Papua dan Jailolo, Maluku Utara.

Ada dua cara untuk melahap ulat sagu, pertama dengan memakannya mentah-mentah dan digoreng. Baik mentah ataupun goreng, Anda harus melepas dulu kepalanya yang berwarna merah, karena keras. Saat memakannya dengan mentah, rasanya kenyal dan sangat asam begitu digigit.

Berbeda dengan digoreng, ulat sagunya akan terasa gurih dan lebih garing. Biasanya, ulat sagu yang digoreng ditusuk seperti sate dan tinggal dibakar di atas arang yang panas. Di Jailolo, ulat sagu yang digoreng dimakan dengan sambal colo-colo atau pisang. Nyam!

Satu lagi camilan ekstrem ala Timika, yaitu tambelo. Tambelo ini adalah cacing yang hidup di dalam kayu lapuk di hutan bakau dan jadi camilan khas dari suku Kamoro di Timika, selain ulat sagu.

Cacing ini biasa dimakan mentah-mentah. Bentuknya seperti tentakel cumi-cumi yang biasa Anda lihat di pasar ikan. Pertama, kayu lapuk akan dibelah terlebih dulu dengan kampak. Lalu, terlihatlah banyak tambelo yang berwarna putih.

Pegang kepala tambelo, angkat tinggi-tinggi di atas mulut, masukan ke mulut sambil dikunyah pelan mulai dari buntutnya. Nyam! Rasanya enak seperti cumi. Kalau mau lebih enak, rendam dulu tambelo tersebut di air jeruk nipis. Selamat mencoba!

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads