Belum lengkap jika Anda traveling ke suatu tempat, tanpa mencoba camilannya yang khas. Disusun detikTravel, Kamis (2/1/2013) berikut 4 street food atau camilan yang ekstrem di Indonesia:
1. Belalang Goreng di Gunungkidul
|
(Gon Turtle/d'traveler)
|
Wujud belalang goreng tersebut bisa dibilang mirip kecoa. Tapi, jangan menilai dari luarnya. Rasa belalang goreng ini seperti menggigit cangkang kepiting goreng atau mungkin seperti udang goreng, garing. Kriuk!
Selain itu, usut punya usut ternyata belalang goreng memiliki sumber protein yang tinggi. Ada banyak rumah makan atau pedagang pinggir jalan yang menawarkan kuliner ekstrem ini di Gunungkidul. Untuk belalang goreng dalam kemasan kecil dikenai harga Rp 12.000 per bungkus.
2. Kelelawar dan tikus di Tomohon
|
(Odilia/detiktravel)
|
Tak heran, memang Pasar Tomohon terkenal dengan aneka makanan yang tak biasa. Selain kelelawar dan tikus, Anda juga bisa menyantap anjing dan ular. Kelelawar dan tikus mungkin yang paling mengerenyitkan dahi.
Hewan-hewan tersebut ditaruh begitu saja oleh para pedagang dan bisa Anda lihat jelas di depan mata. Ada yang hidup dan juga yang siap disantap. Tikus yang dijual bukanlah tikus got, melainkan tikus sawah. Harganya sekitar Rp 25 ribu per satu ekornya. Datanglah mulai pukul 06.00 Wita ke Pasar Tomohon dan coba nyali Anda untuk menyantap jajanan ekstrem di sana.
3. Ulat sagu di Timika dan Jailolo
|
(Afif/detikTravel)
|
Ada dua cara untuk melahap ulat sagu, pertama dengan memakannya mentah-mentah dan digoreng. Baik mentah ataupun goreng, Anda harus melepas dulu kepalanya yang berwarna merah, karena keras. Saat memakannya dengan mentah, rasanya kenyal dan sangat asam begitu digigit.
Berbeda dengan digoreng, ulat sagunya akan terasa gurih dan lebih garing. Biasanya, ulat sagu yang digoreng ditusuk seperti sate dan tinggal dibakar di atas arang yang panas. Di Jailolo, ulat sagu yang digoreng dimakan dengan sambal colo-colo atau pisang. Nyam!
4. Tambelo di Timika
|
(Fitraya/detikTravel)
|
Cacing ini biasa dimakan mentah-mentah. Bentuknya seperti tentakel cumi-cumi yang biasa Anda lihat di pasar ikan. Pertama, kayu lapuk akan dibelah terlebih dulu dengan kampak. Lalu, terlihatlah banyak tambelo yang berwarna putih.
Pegang kepala tambelo, angkat tinggi-tinggi di atas mulut, masukan ke mulut sambil dikunyah pelan mulai dari buntutnya. Nyam! Rasanya enak seperti cumi. Kalau mau lebih enak, rendam dulu tambelo tersebut di air jeruk nipis. Selamat mencoba!
Halaman 2 dari 5












































Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran