Hewan Langka Indonesia Ada di 5 Taman Nasional Ini

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Taman Nasional

Hewan Langka Indonesia Ada di 5 Taman Nasional Ini

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Kamis, 27 Feb 2014 14:30 WIB
Hewan Langka Indonesia Ada di 5 Taman Nasional Ini
(Shafa/detikTravel)
Labuan Bajo - Indonesia punya banyak hewan endemik, beberapa di antaranya terkenal di mata wisatawan. Setidaknya ada 5 Taman Nasional di Indonesia yang bisa jadi tempat Anda melihat hewan-hewan langka ini.

"Hewan endemik Indonesia ada di Taman Nasional mana saja," tutur Kepala Pusat Humas Kementerian Kehutanan, Sumarto Suharno.

Namun setidaknya, ada 5 Taman Nasional yang wajib dikunjungi karena hewan endemiknya sangat identik dengan Indonesia Dihimpun detikTravel, Kamis (27/2/2014), berikut daftarnya:

1. Komodo: Taman Nasional Komodo, NTT

(Shafa/ detikTravel)
Taman Nasional Komodo adalah satu-satunya tempat turis melihat 'dinosaurus' terakhir di muka bumi: komodo. Taman Nasional ini terdiri dari 3 pulau besar yakni Komodo, Rinca, dan Padar serta 26 pulau kecil lainnya.

Padang savana yang luas dengan suhu yang cukup panas merupakan habitat yang digemari komodo (Varanus komodoensis). Selain itu, di daratannya terdapat juga rusa (Cervus timorensis floresiensis), babi hutan (Sus scrofa), anjing ajag (Cuon alpinus javanicus), kuda liar (Equus qaballus), dan kerbau liar (Bubalus bubalis).

Atas keistimewaannya, Taman Nasional Komodo didaulat sebagai Situs Warisan Dunia sekaligus Cagar Biosfer UNESCO.

2. Tarsius: Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Sulsel

(Ardiyanta/d'Traveler)
Tarsius adalah primata terkecil di dunia. Tubuhnya berwarna cokelat kemerahan dengan warna kulit kelabu, bermata merah, dan telinganya menghadap ke depan. Primata ini merupakan hewan endemik Sulawesi, bisa ditemukan di berbagai wilayah pulau tersebut.

Salah satunya adalah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang terletak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Taman Nasional ini juga dijuluki Alfred Russel Wallace sebagai 'The Kingdom of Butterfly' karena banyaknya spesies kupu-kupu yang hidup di alam bebas.

Selain Bantimurung Bulusaraung, beberapa Taman Nasional yang jadi tempat melihat tarsius adalah Rawa Aopa Watumohai (Sulawesi Tenggara), Bogani Nani Wartabone (Minahasa), dan Lore Lindu (Sulawesi Tengah).

3. Harimau Sumatera: Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Sumsel

(indonesia.travel)
Harimau Sumatera kini masuk dalam satwa yang terancam punah. Hewan dengan nama latin Panthera tigris sumatrae ini hidup di beberapa Taman Nasional di Pulau Sumatera, salah satunya Bukit Barisan Selatan.

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan terletak di bagian selatan Sumatera, tepatnya di Provinsi Lampung adn Bengkulu. Selain harimau, traveler juga bisa melihat beberapa hewan endemik seperti badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), tapir (Tapirus indicus), dan siamang (H. syndactylus syndactylus).

Taman Nasional ini juga tersohor akan keindahan alamnya. Tak heran UNESCO mendaulatnya sebagai Situs Warisan Dunia.

4. Cendrawasih: Taman Nasional Lorentz, Papua

(indonesia.travel)
'Bird of Paradise', begitu julukan burung Cendrawasih yang merupakan hewan endemik Indonesia timur. Tempat surgawi untuk melihat burung dari surga ini adalah Taman Nasional Lorentz di Provinsi Papua.

"Cendrawasih, ada di TN Lorentz," ucap Sumarno saat dihubungi detikTravel.

Dengan luas 25.056 Km2, Lorentz merupakan Taman Nasional terbesar se-Asia Tenggara. Di tempat inilah, traveler bisa menemukan beragam jenis burung termasuk cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) yang langka.

Taman Nasional ini punya 630 jenis burung, sekitar 70% dari jumlah jenis burung yang ada di Papua. Selain Cendrawasih, traveler juga bisa menemukan burung kasuari, kakatua, burung udang, dan burung madu. Taman Nasional Lorentz juga menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.

5. Orangutan: Taman Nasional Tanjung Puting, Kalteng

(Fxmuchtar/d'Traveler)
Orangutan (Pongo pygmaeus) adalah hewan endemik Kalimantan yang paling menyedot perhatian wisatawan. Tak sedikit turis mancanegara yang datang jauh-jauh ke Kalimantan Tengah untuk melihat orangutan. Tepatnya, di Taman Nasional Tanjung Puting.

Selain orangutan, Taman Nasional Tanjung Puting juga menjadi habitat beberapa hewan langka mulai dari bekantan (Nasalis larvatus), lutung merah (Presbytis rubicunda rubida), beruang (Helarctos malayanus euryspilus), macan dahan (Neofelis nebulosa), dan kucing hutan (Prionailurus bengalensis borneoensis).

Inilah lokasi pertama di Indonesia yang menjadi pusat rehabilitasi orangutan. Total ada 3 tempat rehabilitasi orangutan yakni Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, dan Camp Leakey. Taman Nasional Tanjung Puting ditetapkan UNESCO sebagai Cagar Biosfer pada 1977.
Halaman 2 dari 6
Taman Nasional Komodo adalah satu-satunya tempat turis melihat 'dinosaurus' terakhir di muka bumi: komodo. Taman Nasional ini terdiri dari 3 pulau besar yakni Komodo, Rinca, dan Padar serta 26 pulau kecil lainnya.

Padang savana yang luas dengan suhu yang cukup panas merupakan habitat yang digemari komodo (Varanus komodoensis). Selain itu, di daratannya terdapat juga rusa (Cervus timorensis floresiensis), babi hutan (Sus scrofa), anjing ajag (Cuon alpinus javanicus), kuda liar (Equus qaballus), dan kerbau liar (Bubalus bubalis).

Atas keistimewaannya, Taman Nasional Komodo didaulat sebagai Situs Warisan Dunia sekaligus Cagar Biosfer UNESCO.

Tarsius adalah primata terkecil di dunia. Tubuhnya berwarna cokelat kemerahan dengan warna kulit kelabu, bermata merah, dan telinganya menghadap ke depan. Primata ini merupakan hewan endemik Sulawesi, bisa ditemukan di berbagai wilayah pulau tersebut.

Salah satunya adalah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang terletak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Taman Nasional ini juga dijuluki Alfred Russel Wallace sebagai 'The Kingdom of Butterfly' karena banyaknya spesies kupu-kupu yang hidup di alam bebas.

Selain Bantimurung Bulusaraung, beberapa Taman Nasional yang jadi tempat melihat tarsius adalah Rawa Aopa Watumohai (Sulawesi Tenggara), Bogani Nani Wartabone (Minahasa), dan Lore Lindu (Sulawesi Tengah).

Harimau Sumatera kini masuk dalam satwa yang terancam punah. Hewan dengan nama latin Panthera tigris sumatrae ini hidup di beberapa Taman Nasional di Pulau Sumatera, salah satunya Bukit Barisan Selatan.

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan terletak di bagian selatan Sumatera, tepatnya di Provinsi Lampung adn Bengkulu. Selain harimau, traveler juga bisa melihat beberapa hewan endemik seperti badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), tapir (Tapirus indicus), dan siamang (H. syndactylus syndactylus).

Taman Nasional ini juga tersohor akan keindahan alamnya. Tak heran UNESCO mendaulatnya sebagai Situs Warisan Dunia.

'Bird of Paradise', begitu julukan burung Cendrawasih yang merupakan hewan endemik Indonesia timur. Tempat surgawi untuk melihat burung dari surga ini adalah Taman Nasional Lorentz di Provinsi Papua.

"Cendrawasih, ada di TN Lorentz," ucap Sumarno saat dihubungi detikTravel.

Dengan luas 25.056 Km2, Lorentz merupakan Taman Nasional terbesar se-Asia Tenggara. Di tempat inilah, traveler bisa menemukan beragam jenis burung termasuk cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) yang langka.

Taman Nasional ini punya 630 jenis burung, sekitar 70% dari jumlah jenis burung yang ada di Papua. Selain Cendrawasih, traveler juga bisa menemukan burung kasuari, kakatua, burung udang, dan burung madu. Taman Nasional Lorentz juga menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.

Orangutan (Pongo pygmaeus) adalah hewan endemik Kalimantan yang paling menyedot perhatian wisatawan. Tak sedikit turis mancanegara yang datang jauh-jauh ke Kalimantan Tengah untuk melihat orangutan. Tepatnya, di Taman Nasional Tanjung Puting.

Selain orangutan, Taman Nasional Tanjung Puting juga menjadi habitat beberapa hewan langka mulai dari bekantan (Nasalis larvatus), lutung merah (Presbytis rubicunda rubida), beruang (Helarctos malayanus euryspilus), macan dahan (Neofelis nebulosa), dan kucing hutan (Prionailurus bengalensis borneoensis).

Inilah lokasi pertama di Indonesia yang menjadi pusat rehabilitasi orangutan. Total ada 3 tempat rehabilitasi orangutan yakni Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, dan Camp Leakey. Taman Nasional Tanjung Puting ditetapkan UNESCO sebagai Cagar Biosfer pada 1977.

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads